Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.Sumber: BSTV

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.Sumber: BSTV

September, Borrower Amartha Naik 100,98%

Senin, 12 Oktober 2020 | 23:57 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mencatatkan peningkatan penerima pinjaman (borrower) sebesar 100,98% sampai September 2020. Dari peningkatan itu, perseroan megakumulasikan pembiayaan mencapai Rp 2,66 triliun.

Pendiri dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan, pihaknya menjembatani segmen masyarakat yang berada di piramida terbawah untuk dapat lebih sejahtera dengan akses permodalan. Hal itu didukung dengan peningkatan pemeberi pinjaman (lender) sebesar 34% sampai September 2020.

Dia mengemukakan, melalui produk keuangan perseroan dan 3.000 tim yang berdedikasi di lapangan, pihaknya dapat menyalurkan pendanaan modal usaha dari ratusan ribu lender kepada 542.350 mitra Amartha. Seluruh penerima pembiayaan itu merupakan perempuan pengusaha mikro desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Ke depannya, Amartha ingin mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi pedesaan terintegrasi sehingga membuka kesempatan lebih baik bagi warga prasejahtera agar dapat lebih sejahtera," ungkap Taufan, melalui keterangan tertulis, Senin (12/10).

Dengan misi itu, kata dia, Amartha berkomitmen untuk mengembangkan produk layanan keuangan masa depan yang memungkinkan masyarakat pedesaan untuk melakukan transaksi dengan biaya lebih rendah. Apalagi guna meningkatkan pendapatan melalui usaha mikro mereka. Pihaknya meyakini dapat mewujudkan misi tersebut melalui akses pembiyaan yang disalurkan lewat perseroan.

Bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan 2020 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Amartha telah merilis Laporan Akuntabilitas Sosial (Social Accountability Report) Amartha tahun 2019, dengan temuan bahwa tingkat literasi keuangan mitra Amartha Meningkat hingga 23,15%.  Selain itu, data menunjukan bahwa hampir 70% pendana Amartha adalah milenial dari seluruh provinsi di Indonesia. Pendana milenial biasanya tertarik pada pendanaan berdampak sosial, yang menghasilkan keuntungan serta memberikan nilai dampak nyata kepada masyarakat.

Terkait hal tersebut, Taufan mengatakan, model bisnis Amartha memang dirancang untuk menjadi pendorong utama peningkatan inklusi keuangan di Indonesia melalui tiga pilar pemberdayaan. Yakni penyediaan produk keuangan, peningkatan akses, dan pengurangan biaya untuk memperoleh akses layanan keuangan.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan perluasan geografis Amartha, Amartha membantu Indonesia mencapai visinya sebagai bangsa yang inklusif secara finansial.

Berdasarkan paran data di laman Amartha, perseroan telah menyalurkan pembiyaaan mencapai Rp 2,66 triliun sampai September 2020. Nilai itu memiliki tingkat keberhasilan pembiyaaan 90 hari (TKB 90) mencapai 91,07%. Artinya, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) dari perseroan mencapai 8,93%.

Namun demikian, sejak berdiri tahun 2010 sebagai lembaga keuangan mikro dan bertransformasi menjadi perusahaan finetch p2p lending pada 2016 perseroan turut memaparkan capaian dampak sosial. Diantaranya 59,5% pendapatan mitra dapat melonjak dan 80% mitra telah memiliki akses air bersih. Selain dampak sosial, para lender yang ditawarkan dengan sistem tanggung renteng tercatat mendapat keuntungan hingga 27% per tahun.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN