Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Co-Founder & Chief Operating Officer Investree Thailand, Worakorn Sirijinda (kanan), bersama  Co-Founder & CEO  Investree Thailand, Natsuda Bhukkanasut, di kantor Investree Thailand. Foto ilustrasi ist

Co-Founder & Chief Operating Officer Investree Thailand, Worakorn Sirijinda (kanan), bersama Co-Founder & CEO Investree Thailand, Natsuda Bhukkanasut, di kantor Investree Thailand. Foto ilustrasi ist

Sudah Rp 579 Miliar, Investree Akselerasi Pembiayaan di Jateng dan Jatim

Jumat, 21 Mei 2021 | 04:33 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending PT Investree Radhika Jaya (Investree) telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 579 miliar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai tahun 2020. Melihat potensi yang ada, sepanjang tahun ini perseroan bakal mengakselerasi pembiayaan di dua wilayah tersebut

Berdasarkan data Investree, sejak 2017 sampai akhir 2020 perseroan berhasil mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 507 miliar di Jawa Tengah dan sebesar Rp 72 miliar di Jawa Timur. Angka tersebut diyakini terus bertambah hingga memasuki kuartal pertama dan kedua 2021 melalui produk pinjaman paling banyak dipilih yakni invoice financing.

Sementara itu, hingga bulan April 2021, Investree berhasil membukukan total fasilitas pinjaman mencapai Rp 9,7 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan sebesar Rp 6,7 triliun. Rata-rata tingkat pengembalian (return) sebesar 16,7 p.a. dan rata-rata tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) di level 98,35%.

"Pada 2021 ini, fokus pembiayaan kami tak lagi hanya berpusat di Jabodetabek tapi juga kota-kota besar lainnya di luar itu. Terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur yang punya potensi pasar sangat besar. Banyak dari mereka punya bisnis solid namun kesulitan melakukan ekspansi karena terkendala akses pembiayaan yang terbatas," demikian kata Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi melalui keterangannya, Kamis (20/5).

Di sanalah, kata dia, Investree hadir untuk mengisi ruang pembiayaan agar semakin banyak pelaku UKM yang terbantukan. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, tak sedikit dari mereka yang sedang melalui masa sulit. Karena melalui utilisasi produk-produk pinjaman dengan karakteristik rantai pasokan milik Investree, pihaknya bisa mengajak UKM untuk mempertahankan usaha, bangkit, dan kemudian bisa pulih.

Bisnis Investree di Jawa Tengah dan Jawa Timur terus meningkat dalam tiga tahun terakhir meskipun pandemi Covid-19 masih eksis di Indonesia dan seluruh dunia. Secara keseluruhan, bisnis perseroan di Jawa Tengah bertumbuh dengan adanya kenaikan jumlah penyaluran pinjaman sebesar Rp 257,8 miliar dari 2019 ke 2020. Sedangkan untuk Jawa Timur, terjadi kenaikan sekitar 0,6% dari Rp 44,2 miliar pada 2019 menjadi Rp 72,5 miliar pada 2020.

"Dengan mengimplementasikan penguatan kemitraan strategis dengan berbagai rekanan dan penyempurnaan proses bisnis, Investree tak akan henti menyediakan dukungan pembiayaan bagi para pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang ingin mengakselerasi usaha mereka serta memulihkan perekonomian sektor UKM pasca pandemi,” ungkap Adrian.

Dia menambahkan, kemitraan strategis dengan ekosistem rekanan menjadi salah satu strategi bisnis Investree tahun 2021. Salah satunya adalah Mbiz, kemitraan tersebut turut mensejahterakan para pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam hal ini, Investree menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM yang tergabung dalam ekosistem Mbiz Market dan mengerjakan proyek dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di sisi lain, sejak 2017 Investree telah melebarkan jangkauan ke Jawa Tengah dengan membuka kantor representatif di Semarang. Wilayah cakupannya meliputi Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, dan sekitarnya. Kemudian diikuti dengan pembukaan kantor representatif di Surabaya yang melayani area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya termasuk Pulau Bali.

Produk pertama yang perseroan luncurkan merupakan invoice financing. Setelah itu, produk terus berkembang dengan kehadiran pre-invoice financing, account payable financing, dan buyer financing. Adapun invoice financing, pre-Invoice financing, dan account payable financing disebut paling banyak dimanfaatkan oleh para pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

VP Sales Regional Java Investree Shareang Kusuma menjelaskan, manfaat dari invoice financing begitu terasa bagi pelaku sektor kreatif, jasa desain, dan manufaktur. Dengan mengajukan invoice financing, UKM bisa mendayagunakan invoice atau tagihan yang selama ini merupakan aset tidak produktif menjadi jaminan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari Investree.

"Hal unik lainnya, ternyata di tengah pandemi seperti sekarang, Investree justru mengalami peningkatan pengajuan pinjaman terutama dari sektor kesehatan dan energi. Itu menjadi gambaran bahwa pandemi memang memaksa banyak pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk melakukan pivot dan berinovasi, tapi justru berguna tak hanya untuk keberlangsungan bisnis mereka namun juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat," terang Shareang.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sedikit berbeda dengan invoice financing yang membuat UKM menjadikan invoice dari proyek yang sedang berjalan sebagai jaminan, pre-invoice financing menawarkan kesempatan bagi UKM untuk bisa mengajukan pinjaman dengan melandaskan surat perintah kerja (SPK) dari payor. Sedangkan account payable financing memungkinkan pelaku UKM meningkatkan perputaran bisnis mereka karena pembiayaan juga dapat diberikan bagi pelaku UKM barang dan jasa yang bertindak sebagai pembeli/pedagang/buyer yang membeli barang dan jasa ke penjual/produsen/supplier.

“Setiap produk pinjaman Investree di Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki Payor terbaiknya masing-masing. invoice financing ada Gojek, Grab, dan Sriwahana Adityakarta. Pre-invoice financing kami punya e-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), KAI Properti, dan Solusi Bangun Indonesia. Sementara itu untuk account payable financing, ada British Petroleum yang sudah menjadi Payor berulang di Investree Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Shareang.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN