Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Tangkap Peluang, Hensel Davest Integrasi Bisnis Fintech

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:48 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id - PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) menangkap potensi pertumbuhan pembelian dan pembayaran produk secara digital dengan kembangkan integrasi ekosistem bisnis financial technology (fintech).

 

Corporate Secretary Hensel Davest Indonesia Ferdiana Tjahjadi mengatakan, beberapa aplikasi fintech milik anak usaha perseroan, seperti Doeku, Emposh, dan Biropay, akan terintegrasi dalam aplikasi Davestpay milik perseroan sebagai induk usaha. Integrasi tersebut sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Adanya pandemi tidak menjadi halangan bag perseroan untuk terus memanfaatkan peluang yang ada, seperti peluang untuk bertumbuh pesat pada bidang usaha pembelian produk dan pembayaran secara digital,” jelasnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (22/7).

Sebagaimana diketahui, aplikasi Emposh adalah platform e-commerce yang ditujukkan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin memiliki toko online sendiri. Sejenis dengan Emposh, aplikasi milik anak usaha lainya yakni Doeku merupakan platform peer-to-peer lending yang terdaftar dan diawasi OJK juga memberikan fasilitasi kebutuhan modal usaha para UMKM yang tidak terjangkau oleh bank dan layanan finansial.

Aplikasi pembantu UMKM lainya, BiroPay adalah layanan payment gateway dan switching pembayaran online yang menghubungkan UMKM dengan perusahaan finansial teknologi.

“Dengan semua produk-produk tersebut, kami yakin mampu bersaing dengan perusahaan sejenis dan bisa menjadi leader di pasar FinTech,” ujarnya.

Saat ini, Hensel Davest Indonesia sudah memiliki lebih dari 200,000 agen pembayaran di seluruh Indonesia yang terdiri dari perusahaan swasta, distributor lokal, UMKM hingga perorangan. HDIT berfokus kepada perdagangan elektronik dengan produk-produk digital seperti pulsa, token listrik, pembayaran tagihan, pemesanan tiket, dan voucher digital.

Sebelumnya, integrasi ekosistem yang dilakukan oleh Hensel Davest ini menjadi strategi dari perseroan untuk memperluas jaringan pada bisnis uang elektronik. Berdasarkan arsip Investor Daily, Ferdiana menyebutkan, perseroan akan gencar dalam melakukan akuisisi merchant. Selain itu, kinerja perseroan pada tahun ini juga diproyeksikan meningkat sejalan dengan rencana pemerintah mengurangi tarif dasar listrik (TDL) secara bertahap.

Apabila rencana tersebut terealisasi, diperkirakan berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan perseroan pada akhir tahun 2021. Seperti yang diketahui, pemberian diskon TDL diberikan pemerintah pada listrik dengan kapasitas 900 VA dan 1300 VA sebagai stimulus selama pandemi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN