Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andi Taufan Garuda Putra  Sumber: BSTV

Andi Taufan Garuda Putra Sumber: BSTV

TKB 90 Fintech Lending Menguat Jadi 92,82%

Selasa, 29 Desember 2020 | 05:23 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) fintech p2p lending kembali menguat menjelang akhir tahun. Sampai November 2020 rasio kualitas pembiayaan fintech lending tersebut tercatat sebesar 92,82%.

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Desember 2019 TKB 90 tercatat sebesar 96,35%. Posisi itu cenderung terus menurun sampai September 2020 yang tercatat sebesar 91,12%. Penguatan TKB 90 mulai terlihat pada Oktober 2020 menjadi 91,73%. Kendati membaik, posisi per November 2020 sebesar 92,82% masih lebih rendah 3,80% (yoy).

Kepala Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan, para penyelenggara fintech lending terus berupa memperbaiki kualitas pembiayaan. Namun, situasi perekonomian menjadi faktor tersendiri untuk mendorong perbaikan tersebut.

"Penyelenggara fintech pendanaan mengadopsi sistem credit scoring yang disesuaikan dengan performa UMKM saat ini. Credit scoring fintech pendanaan bergerak dinamis menyesuaikan profil peminjam, sebagian besar pelaku UMKM, dan pendana terkini," kata Taufan kepada Investor Daily, Senin (28/12).

Selain itu, kata dia, AFPI juga memfasilitasi penyelenggara fintech pendanaan dengan layanan fintech data center (FDC). Layanan itu dapat menjadi acuan bersama untuk meminimalisir pengajuan pinjaman kualitas rendah. Kehadiran FDC pun salah satunya dapat mendeteksi dan mencegah calon nasabah melakukan pinjaman berlebih di banyak platform dalam waktu bersamaan.

Di sisi lain, Taufan mengatakan anggota AFPI mengupayakan untuk terus melayani dan menyalurkan pendanaan khususnya kepada sektor UMKM sekalipun dalam masa pandemi. Sebab, saat ini permodalan sangat dibutuhkan untuk melanjutkan kembali roda perekonomian UMKM.

"Ditambah lagi, secara makro aktivitas UMKM mulai pulih kembali. Di 2021, kami sangat optimis seiring dengan pemulihan ekonomi, kualitas penyaluran fintech pendanaan juga akan semakin membaik," tandas dia.

OJK mencatat, sampai November 2020 jumlah penyelenggara fintech lending sebanyak 153 entitas dengan total aset mencapai Rp 3,57 triliun, naik 18,85% secara tahunan (year on year/yoy). Sebanyak 117 penyelenggara berstatus terdaftar dan 36 penyelenggara lainnya telah mengantongi status berizin.

Di samping TKB 90 yang kembali menguat, outstanding pembiayaan pun memperlihatkan tren positif. Sampai dengan November 2020 outstanding pembiayaan menyentuh nilai Rp 14,09 triliun. Nilai tersebut dicapai setelah secara konsisten meningkat sejak anjlok pada Juni 2020 sebesar Rp 11,76 triliun.

Sedangkan akumulasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp 146,25 triliun, dengan penyaluran pembiayaan baru sampai November 2020 sebesar Rp 64,75 triliun atau naik 24,82% (yoy). Meski jumlah penyaluran sempat sempat tersendat akibat pandemi, tetapi penyaluran sampai November 2020 telah melampaui pencapaian sepanjang 2019 sebesar Rp 58,84 triliun.

Sayangnya, belum terjadi perubahan yang signifikan pada wilayah penyaluran. Di akhir 2019, porsi penyaluran di Jawa mendominasi 85,33% sedangkan penyaluran di luar Jawa sebesar 14,67%. Per November 2020, penyaluran bagi wilayah Jawa sebesar 84,29% dan penyaluran untuk luar Jawa sebesar 15,71%.

Hal itu juga terefleksi pada sebaran penerima pinjaman (borrower) aktif sebanyak 17,73 juta entitas, meningkat 135,98% (yoy). Dari jumlah tersebut sebanyak 89,21% borrower aktif dari Jawa dan sebesar 10,79% dari luar Jawa. Sedangkan akumulasi rekening borrower sampai November 2020 mencapai 40,75 juta entitas.

Adapun rekening pemberi pinjaman (lender) mencapai 705,64 ribu entitas, sebesar 98,90% merupakan retail dan 1,10% adalah badan usaha. Jika ditilik secara profil, dominasi lender sebesar 66,30% merupakan pengguna fintech lending dengan usia 19-34 tahun dan 28,55% berusia 35-54 tahun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN