Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kota Palembang. Foto ilustrasi: IST

Kota Palembang. Foto ilustrasi: IST

Percepat Langkah Antisipasi Banjir di Palembang

Rabu, 29 Januari 2020 | 10:37 WIB
Investor Daily

Tatkala hujan deras yang cukup lama, banjir melanda hampir semua kawasan permukiman dan menggenangi beberapa ruas jalan protokol Kota Palembang. Titik rawan banjir berada di sekitar kolam retensi (tempat penampungan air sementara) dan di wilayah-wilayah sekitar timbunan yang dulunya rawa dialihfungsikan.

Atas kondisi tersebut, saya sependapat dengan Walhi bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang harus lebih serius menangani masalah banjir yang biasa terjadi pada setiap musim hujan. Program pengendalian banjir yang dilakukan Pemkot Palembang –yang konon menghabiskan dana miliaran rupiah-- hasilnya belum sesuai harapan warga.

Berbagai tindakan antisipasi banjir pada musim hujan 2020 mendesak dilakukan. Saya sependapat dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan bahwa salah satu tindakan antisipasi yang perlu menjadi perhatian pemkot Palembang adalah menghentikan penyimpangan tata ruang yang menjadi salah satu penyebab banjir pada setiap turun hujan lebat lebih dari dua jam.

Jangan sampai ada penyimpangan tata ruang, yang bisa berupa penimbunan rawa secara leluasa untuk kepentingan pembangunan hotel, mal, ruko, perumahan dan pembangunan lainnya. Sebab, jika hal itu diabaikan, akan menimbulkan bencana ekologi yang lebih parah.

Mengutip catatan Walhi, penimbunan rawa untuk kepentingan properti dan bisnis telah menghilangkan rawa yang awalnya sebagai tempat resapan air. Jika penimbunan rawa itu terus dibiarkan dan mengorbankan ruang terbuka hijau (RTH), bencana ekologis seperti banjir akan terus terjadi. Bahkan, ke depan bisa semakin parah dengan dampak yang lebih buruk bagi warga di Ibukota Provinsi Sumsel.

Menurut catatan Walhi, Kota Palembang dengan luas wilayah 35.855 hektare, mayoritas topologinya daerah rawa. Namun kondisi saat ini hanya menyisakan 2.372 ha rawa di Bumi Sriwijaya ini.

Semakin kecilnya luas rawa sebagai daerah resapan air saat hujan, apabila berpadu dengan tidak efektifnya keberadaan drainase serta kolam retensi, akan membuat Kota Palembang tetap rawan banjir. Tentu kondisi ini tidak kita inginkan. Jadi, mesti ada penyelesaian yang cepat dan tepat.

Ananda Ipung

Palembang

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN