Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jembatan penyeberangan orang (JPO)  futuristik depan Senayan di Jalan Sudirman, Jakarta.  Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Jembatan penyeberangan orang (JPO) futuristik depan Senayan di Jalan Sudirman, Jakarta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Fasum Ramah Disabilitas

Investor Daily, Jumat, 1 November 2019 | 10:29 WIB

Penyandang disabilitas yang juga sesama warga kota dan bangsa layak untuk mendapatkan fasilitas layanan publik dan mengakses fasilitas umum (fasum), seperti warga dengan pancaindera yang normal.

Dalam hal layanan fasum, misalnya. Sarana dan prasarana fasum seperti transportasi publik selayaknya juga memiliki desain yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Sehubungan dengan hal itu, sudah sepatutnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau ulang rancangan fasum dan memperbaiki yang belum ramah bagi kaum disabilitas.

Syukurlah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memikirkannya, walau belum semua terlaksana di semua koridor. Masih ada fasilitas umum di Jakarta yang belum ramah terhadap disabilitas, ibu hamil dan manusia lanjut usia (lansia).

Fasilitas umum mesti dirancang ramah disabilitas, ibu mengandung dan lansia. Mesti ada peninjauan ulang dan perbaikan. Misalnya jembatan penyeberangan dan halte yang membuat penggunanya agak kesulitan. Termasuk jembatan yang dipakai untuk penumpang yang hendak naik bus Transjakarta.

Demikian pula perlunya pembenahan trotoar secara menyeluruh. Untuk trotoar, kami akui sudah ada upaya langkah pembenahan. Trotoar yang membentang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, DKI Jakarta sudah diperbaiki, sekaligus sebagai percontohan untuk trotoar yang ada di lokasi lain.

Namun, kami berharap, penataan trotoar di Jakarta juga seyogianya terintegrasi dengan penataan dan penanganan jaringan utilitas. Trotoar di Jakarta harus juga dilengkapi dengan boks utilitas atau manhole ducting. Seluruh jaringan kabel di Jakarta sudah semestinya dipindahkan ke utilitas-utilitas yang sudah tersedia, sehingga semua kabel berada di bawah tanah.

Intinya adalah solusi pembenahan fasilitas umum sebaiknya bukan solusi jangka pendek, tetapi jangka panjang.

Kami berharap, jumlah penyandang disabilitas di Jakarta tidak semata dilihat sebagai sekadar angka statistik penduduk. Angka itu harus dimaknai sebagai titik tolak komitmen untuk memanusiakan mereka, yang notabene sesama anak bangsa negeri ini.

Angka jumlah penyandang disabilitas harus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih mengayomi kepada seluruh warga, tanpa diskriminasi. Bila pemaknaannya seperti itu, kami layak berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memberikan kemudahan akses agar disabilitas tidak mendapatkan hambatan lingkungan sosial, dan bahkan perlindungan hukum.

Ananda Panca

Jakarta

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA