Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Malioboro, salah satu destinasi wisata di Yogyakarta. Foto: Gora Kunjana

Malioboro, salah satu destinasi wisata di Yogyakarta. Foto: Gora Kunjana

Jaga Kebersihan Tempat Wisata

Investor Daily, Selasa, 3 Desember 2019 | 10:29 WIB

Jelang libur panjang akhir tahun 2019 yang diperkirakan terjadi lonjakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, termasuk di kawasan Malioboro, seluruh insan pariwisata setempat patut berbenah.

Tak hanya pembenahan sarana dan prasaraa pendukung, seperti penyediaan lokasi parkir alternatif, hal-hal yang menyangkut kenyamanan wisatawan juga perlu dibenahi.

Kebersihan tempat wisaata mesti dijaga. Peran dari para pedagang kaki lima (PKL) sangat diharapkan. Terutama PKL di kawasan utama wisata Kota Yogyakarta, Malioboro dan di seluruh tempat wisata lain di Kota Yogyakarta.

Mereka diharapkan untuk berkomitmen ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan di lingkungan sekitar tempat mereka berjualan. Kebersihan di sekitar tempat berjualan menjadi tanggung jawab pedagang.

Apalagi, pedagang di Malioboro juga sudah memiliki gerakan menjaga kebersihan yang disebut Jaka Lisa. Setiap pedagang punya sapu dan tempat sampah. Peralatan itu harus dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan. Tinggal kontinuitas pelaksanaannya saja.

Salut, komunitas di Malioboro sudah menegaskan komitmen mereka untuk ikut menjaga kebersihan di kawasan tersebut dengan meluncurkan Gerakan Jaka Lisa (jaga kebersihan lihat sampah ambil).

Gerakan kebersihan tersebut tidak hanya menjadi ajakan bagi komunitas untuk menjaga kebersihan Malioboro. Tetapi juga ajakan kepada pengunjung di Malioboro untuk membiasakan dan membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan gerakan tersebut, komunitas di Malioboro berharap kawasan wisata itu semakin bersih indah sehingga wisatawan yang datang juga merasa nyaman. Maka, langkah-langkah kecil tapi besar faedahnya mesti dikedepankan.

Semisal, pedagang untuk tidak membiarkan jika ada punting rokok atau sampah jenis lainnya berserakan. Misalnya, di radius 10 meter harus menjadi tanggung jawab pedagang. Maka, sampah tersebut harus segera disapu atau dipungut dan dimasukkan ke tempat sampah yang sudah disiapkan.

Selain itu, tentu wisatawan juga kudu tertib membuang sampah, yaitu dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan. Oleh karena itu, pemerintah Kota Yogyakarta seyogianya memperbanyak tempat sampah di kawasan utama wisata Kota Yogyakarta, serta mempersingkat waktu pengambilan sampah agar tidak sampai kepenuhan sehingga sampah berserakan.

Selama ini, ada kecenderungan wisatawan yang memilih membuang sampah di sekitar tempat sampah apabila tempat sampah tersebut sudah penuh.

Masih sedikit kesadaran wisatawan mencari tempat sampah di titik lain atau disimpan untuk dibuang di tempat sampah lain ketika menemui tempat sampah di dekatnya sudah penuh. Padahal, memaksakan diri tetap membuang sampah di luar bak sampah yang sudha penuh justru menambah kesan kotor dan kumuh tempat wisata.

Dandi Sukamto

Yogyakarta

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA