Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pasar tradisional. Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Salah satu pasar tradisional. Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Kondisi Pasar Tunjungan Memprihatinkan

Investor Daily, Kamis, 28 November 2019 | 10:57 WIB

Pasar Tunjungan di Kota Surabaya, Jawa Timur, saat ini kondisinya memprihatinkan. Selain karena banyak kerusakan, kondisi pasar juga sepi dan kumuh. Bahkan, pasar telah beralih fungsi menjadi tempat hunian.

Kerusakan pasar hampir terjadi di semua sudut ruangan, seperti atap jebol, plafon yang hancur dan dinding yang sudah keropos termakan usia. Renovasi terakhir Pasar Tunjungan dilakukan tahun 2017, namun hanya tambal sulam, seng atapnya saja.

Kondisi pasar juga diperparah dengan munculnya banjir di lantai tiga saat musim hujan. Air dari lantai tiga merembes ke lantai satu dan dua melalui dinding-dinding bangunan.

Kondisi pasar sangat tidak layak. Jika ini dibiarkan tanpa ada perbaikan fisik gedung Pasar Tunjungan, sangat membahayakan bagi pemilik stan yang masih bertahan di Pasar Tunjungan. Dari sekitar 200 stan yang ada, saat ini hanya 15 pemilik yang bertahan.

Mereka yang bertahan itu yang berada di lantai satu, yang kondisinya masih cukup ramai, hanya saja didominasi warung-warung kopi sebagai lokasi istirahat para pegawai kantor di sekitarnya.

Sedangkan di lantai dua, kondisinya lebih memprihatinkan karena hanya ada satu pemilik stan dengan sektor usaha lelang. Ruangan lainnya sudah berantakan dan kotor karena ditinggalkan pemiliknya bertahun-tahun lalu. Lantai ketiga atau tertinggi di Pasar Tunjungan sangat memprihatinkan karena sudah tidak ada lagi sekat-sekat seperti pasar. Yang ada hanya satu lantai luas yang kotor tidak terawat.

Seperti pernah disampaikan Anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya, pengelola pasar yakni Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sur ya tidak boleh tinggal diam. Sangat disesalkan tatkal pihak PD Pasar terkesan mengabaikan kondisi pasar, padahal para pedagang yang masih bertahan juga membayar retribusi bulanan.

Padahal, pedagang membeli stan dengan harga relatif mahal. Ada yang beli seharga 6,5 kilogram emas di tahun 1979, ada yang beli harus jual rumah di Darmo Satelit, ada pula yang mengaku beli di tahun 2000-an seharga Rp 400 juta.

Kami berharap Pemerintah Kota Surabaya segera mengurai masalah Pasar Tunjungan yang sudah berlarut ini. Renovasi Pasar Tunjungan perlu segera dilakukan.

Antok Sriyanto

Surabaya

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA