Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Larangan Mudik dan Siasat Mudik

Kamis, 6 Mei 2021 | 14:29 WIB
Investor Daily

Entah mulai kapan pastinya kegiatan mudik Lebaran dimulai, tetapi yang jelas mudik telah mewujud menjadi tradisi turun menurun hingga sekarang. Tradisi mudik identik dengan rangkaian perayaan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Semua, tak hanya orang Muslim, nyaris ingin mudik saat Lebaran, bergembira bersama keluarga di kampung halaman. Bahkan, melakukan mudik seperti telah menjadi tindakan naluriah. Namun, seperti tahun lalu, mudik telah dilarang oleh pemerintah.

Alasannya jelas, kini masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum sirna, bahkan ada kecenderungan penyebaran gelombang ketiga. Jangan sampai mobilitas masyarakat dan kerumunan orang akan meningkatkan lagi kasus infeksi virus corona baru.

Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Maka, inilah tahun kedua larangan mudik Lebaran. Namun, kebijakan ini perlu kita patuhi. Empat kali libur panjang pada tahun pertama pandemi (2020) yang ditandai dengan peningkatan signifikan kasus penularan virus co rona, menjadi pelajaran berhar ga bagi kita agar tak terulang.

Termasuk, kita mesti belajar dari merebaknya kembali penularan virus corona di India yang disebabkan mobilitas dan kerumunan warganya. Bahkan munculnya sejumlah varian baru Covid-19 di dunia, yang juga sudah ditemukan kasusnya di Indonesia, menjadi informasi untuk pelajaran penting bagi kita dalam memasuki masa Lebaran.

Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Di tengah pandemi, naluri mudik harus disiasati supaya tetap bisa kita lakoni dengan keselamatan dan kesehatan --terlebih secara komunal. Disiasati, bukan dalam artian siasat untuk mengelabuhi petugas untuk tetap bisa mudik ke kampung, seperti mudik dini sebelum masa pelarangan mudik yang ditetapkan pemerintah.

Tapi bagaimana kita lebih baik melakukan silahturahim virtual, dengan tidak mengurangi nilai dan esensi dari silahturahim, terutama saat peringatan Hari Raya Idulfitri. Silaturahim dan halal bihalal bisa dilakukan melalui cara-cara yang sedapat mungkin meminimalisasi kontak fisik, yakni dilakukan secara virtual.

Mudik sebagai media silaturahim adalah sebuah tradisi yang baik. Silaturahim merupakan salah satu ajaran yang sangat dianjurkan oleh Islam.

Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Silaturahim adalah salah satu media yang bisa digunakan untuk merekatkan kembali nilai-nilai persaudaraan. Namun karena situasi pandemi, menghindar dari risiko penularan Covid-10 dengan tidak melakukan mudik adalah lebih utama.

Kita selayaknya memahami kondisi tersebut demi melindungi diri dan masyarakat dari risiko penularan Covid-19.

Terakhir, selama ren tang peniadaan mudik 6-17 Mei 2021, bukan berarti kewaspadaan kita terhadap penularan virus corona enis baru tersebut lantas juga kita abaikan, bahkan setelah kurun waktu itu. Langkah-langkah pencegahan dan penanganan pandemi, terutama terkait dengan penerapan protokol kesehatan, tetap kita diutamakan.

Susanto

Surabaya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN