Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harimau Sumatera. Foto ilustrasi: wwf.or.id

Harimau Sumatera. Foto ilustrasi: wwf.or.id

Mari Bersama Selamatkan Harimau Sumatera

Selasa, 30 Juli 2019 | 09:37 WIB

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terancam punah. Harimau Sumatera menjadi satu-satunya spesies harimau tersisa yang dimiliki Indonesia, setelah kepunahan harimau Jawa dan harimau Bali. Ancaman perburuan liar serta rusak dan berkurangnya hutan sebagai habitat harimau membuat kelestarian satwa kharismatik ini semakin terancam.

Karena itu, melalui peringatan Hari Harimau Sedunia, kami mendukung untuk bersama-sama menyerukan bahwa saatnya harimau mendapatkan perlindungan lebih layak. Saatnya masyarakat lebih mengerti pentingnya harimau, dan saatnya para pihak berkomitmen melindungi harimau dan memberikan sanksi hukum maksimal bagi pemburu harimau.

Saatnya pula semua pihak memberikan waktu dan ruang untuk harimau tetap hidup. Peringatan Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day (GTD) layak dijadikan momentum untuk memperjuangkan penyelamatan harimau Sumatera.

Apalagi, data-data yang ada memang memberi jawaban kenapa harimau Sumatera terancam punah. Laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu- Lampung menyebutkan bahwa perburuan menggunakan jerat menjadi pemicu utama kematian dan kehilangan individu harimau Sumatera di Bengkulu. Dalam kurun 12 tahun terakhir ada 13 ekor harimau korban konflik dan perburuan yang diselamatkan petugas BKSDA.

Oleh karena itu, tepat bila dalam peringatan Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day yang diperingati setiap 29 Juli, menyoroti kasus perburuan harimau Sumatera dengan jerat. Salut juga kepada beberapa komunitas yang sudah langsung melakukan aksi nyata. Mereka menggelar sapu jerat atau pembersihan jerat harimau dari sejumlah wilayah hutan.

Belasan jerat harimau dibersihkan dari lima wilayah hutan di Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma dan Kabupaten Kaur. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu program yang juga harus digencarkan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pelestarian satwa langka tersebut. Upaya peningkatakan kesadaran masyarakat melestarikan harimau mesti digelar dengan melibatkan banyak elemen masyarakat.

Saatnya sosialisasi program penyelamatan harimau Sumatera ini diperluas ke daerah-daerah lain. Kelompok masyarakat peduli harimau layak melakukan karnaval atau kegiatan lainnya di berbagai kota besar di Indonesia dalam upaya menyelamatkan harimau Sumatera.

Jangan sampai harimau Sumatera punah. Apalagi keberadaan harimau Sumatera menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menyelamatkannya.

Priyambodo

Jakarta

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN