Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harimau Sumetara. Foto: gosumatera.com

Harimau Sumetara. Foto: gosumatera.com

Membantu Nestapa Harimau Kita

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 04:31 WIB
Investor Daily

Dalam suasana pandemi virus corona yang belum ada vaksinnya, mari sejenak memikirkan nasib harimau yang terancam punah. International Tiger Day atau Hari Harimau Sedunia yang diperingati setiap 29 Juli tempo hari pantas dihelat dan menjad semangat untuk mengajak kita memberikan dukungan pada program perlindungan habitat dan konservasi harimau agar terhindar dari kepunahan, dari sekarang hingga nanti.

Nestapa harimau perlu uluran tangan kita. Seabad lalu, menurut World Wide Fund for Nature (WWF), masih terdapat sekitar 100 ribu ekor harimau yang hidup di alam liar di seluruh dunia. Data terakhir pada 2016 menyebutkan, hanya ada sekitar 3.900 ekor harimau liar di seluruh dunia.

Selain karena seleksi alam, ancaman kepunahan harimau juga disebabkan maraknya perburuan liar oleh manusia, serta semakin minimnya habitat harimau lantaran ulah manusia yang membuat si raja hutan itu kelaparan.

Harimau Sumatera. Foto ilustrasi: wwf.or.id
Harimau Sumatera. Foto ilustrasi: wwf.or.id

Padahal, menurut WWF, kucing besar yang termasuk hewan predator ini merupakan salah satu warisan budaya dan sejarah. Kenapa kita tak boleh membiarkan harimau punah?

Menurut WWF, setiap hewan yang ada di dunia merujuk pada suatu keseimbangan siklus rantai makanan dan harimau adalah salah satu binatang yang berada di puncaknya.

Sebagai predator utama, harimau menjaga populasi spesies mangsa, yaitu menjaga keseimbangan antara herbivora dan vegetasi di tempat di mana mereka berburu.Maka dari itu, ketidakseimbangan ekosistem akan terjadi apabila harimau punah. Padahal, ekosistem yang tidak seimbang akan membawa dampak buruk bagi dunia, termasuk kehidupan manusia bahkan dalam lingkup global.

Kita kini masih memiliki Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), meski juga terancam punah. Harimau Sumatera menjadi satu-satunya spesies harimau tersisa yang dimiliki Indonesia, setelah kepunahan Harimau Jawa dan Harimau Bali. Jadi, jangan biarkan Harimau Sumatera juga punah.

Sunaryanto

Surabaya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN