Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri Tenun. Foto ilustrasi: Investor/UTHAN A RACHIM

Industri Tenun. Foto ilustrasi: Investor/UTHAN A RACHIM

Memopulerkan Wastra Nusantara

Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:50 WIB

Batik dan tenun merupakan dua produk unggulan kerajinan wastra atau kain khas Indonesia. Bedanya, batik Nusantara sudah mendunia. Sebaliknya, produk tenun khas Indonesia masih kalah pamor. Namun, bukan berarti tenun tidak punya peluang besar untuk menjadi andalan sekaligus kian dikenal warga dunia.

Wastra Nusantara yang merupakan peninggalan turun menurun leluhur kita, sejatinya telah menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia. Maka, mencintai dan menjaga wastra Nusantara berarti juga menjaga ingatan terhadap budaya dan peradaban Nusantara. Karena setiap lembar wastra mempunyai nilai-nilai filosofis yang agung dan luhur.

Industri kreatif khas Nusantara ini harus didorong untuk berkembang. Batik merupakan salah satu khasanah kekayaan budaya Nusantara. Batik bahkan telah diresmikan oleh Unesco sebagai warisan budaya asli Indonesia. Berbagai macam motif batik Indonesia menjadi ciri khas sekaligus menunjukkan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam peradaban rakyat Indonesia.

Penggunaan batik bahkan terus meluas. Sebagai gambaran sederhana, pemimpin-pemimpin kita sering menggunakan batik sebagai pakaian resmi mereka pada acara kenegaraan.

Demikian pula di acara pernikahan penduduk Indonesia, kita akan menemukan hampir semua yang hadir akan memakai batik. Demikian pula, tenun juga bisa menjadi produk khas Nusantara yang mendunia. Apalagi tenun Nusantara memiliki ciri khas sesuai adat atau daerah di Indonesia. Tenun Nusantara, sama halnya dengan batik, memiliki corak eksotik yang dapat memikat mata setiap orang.

Tenun Nusantara secara garis besar diciptakan dalam berbagai warna, corak dan ragam hias yang memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan, dan lingkungan alam. Tenun juga menjadi bagian penting yang merepresentasikan budaya dan nilai sosial yang berkembang saat ini.

Tenun juga memiliki beragam fungsi, antara lain, sebagai busana upacara adat, sebagai mahar dalam perkawinan maupun sebagai penunjuk status sosial.

Tenun khas Indonesia menyebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari kain Tenun Ulos di Sumatera Utara; Tenun Troso di Jepara, Jawa Tengah; Tenun Endek di Bali hingga Tenun Rote di Nusa Tenggara Timur.

Saya sependapat dengan pemerhati batik Indonesia Notty J. Mahdi, bahwa jika nilai-nilai filosofis dari motif batik di seluruh Nusantara dikaji lebih dalam, maka akan terlihat bahwa motif-motif itu memiliki benang merah yang mencerminkan karakter budaya Indonesia. Memahami makna dan cerita di balik motifmotif kain Nusantara, menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga ingatan kita tentang bagaimana peradaban Nusantara terbentuk.

Dalam konteks hari ini, menjadi bagian dari upaya melestarikan keberadaan kain-kain Nusantara. Sejatinya, setiap kain-kain Nusantara memiliki tujuan penggunaan masing-masing saat kain itu dibuat. Namun, meski setiap pengguna kain-kain Nusantara harus memahami makna kain yang digunakan, jangan sampai menjadikannya sangat jauh dari keseharian masyarakat.

Meluasnya penggunaan batik, tenun, dan beragam kain Nusantara lainnya sebagai pakaian keseharian akan menjadikannya lebih merakyat.

Kita patut bangga mengenakannya. Maka, saya mendukung segala kegiatan yang dihajatkan untuk memopulerkan wastra Nusantara. Termasuk diskusi-diskusi tentang wastra Nusantara yang mempertemukan antara pemerhati, pegiat wastra Nusantara, dan masyarakat pengguna.

Kita kudu terus menumbuhkan semangat untuk selalu mencintai warisan budaya Nusantara yang kaya dari berbagai derah di Indonesia, seperti wastra Nusantara. Alfin N

Jakarta

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN