Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gajah dan anaknya. Foto ilustrasi: IST

Gajah dan anaknya. Foto ilustrasi: IST

Menegakkan Komitmen Konservasi Habitat Gajah Sumatera

Investor Daily, Minggu, 23 Februari 2020 | 07:06 WIB

Pemban gunan jalan Tol Trans Sumatera pada ruas Tol Pekanbaru- Dumai melewati kawasan habitat gajah Balai Raja di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak. Tol tersebut memiliki fitur unik karena turut dibangun lima terowongan (underpass) khusus untuk perlintasan kawanan gajah. Hal itu dalam rangka konservasi habitat gajah sumatera (Elephas maximum sumatrensis).

Ada lima terowongan yang khusus diperuntukkan bagi perlintasan gajah di kawasan tersebut. Pembangunan terowongan itu untuk mendukung kelestarian keanekaragaman hayati Sumatera. Sehingga keberadaan jalan tol seminimal mungkin tidak mengganggu habitat gajah. Penentuan kelima lokasi terowongan itu diklaim sudah merupakan hasil diskusi pemerintah pemangku kepentingan lingkungan hidup.

Penyelesaian pembangunan terowongan gajah di proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai itu kini sedang dikebut. Kami hanya berharap, pemerintah melalui kementerian terkait terus mengawasi pembangunan terowongan gajah di proyek tol Trans Sumatera seksi Pekanbaru- Dumai. Pengawasan mencakup desain yang sesuai standar dan bisa dilalui oleh gajah sumatera liar.

Tak hanya saat ini pengerjaan terowongan, pengerjaan jalan tolnya pun seyogianya tidak mengganggu pergerakan gajah sumatera. Mengutip penjelasan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pada jalan tol seksi Pekanbaru-Dumai sebenarnya ada delapan titik potensi pertemuan dengan homerange gajah di sekitar kantong gajah Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja Kabupaten Bengkalis dan Giam Siak Kecil.

Diperkirakan di Balai Raja saat ini ada enam gajah, sedangkan di Giam Siak Kecil ada 50 hingga 60 ekor gajah liar.

Jarak terdekat jalan tol terhadap kawasan SM Balai Raja sekitar 65 meter, yang terdapat enam ekor gajah yang menetap di sana dan sedikitnya 42 ekor gajah yang bergerak secara rutin dari kantong SM Balai Raja ke kantong SM Giam Siak Kecil.

Pembangunan terowongan khusus gajah itu patut diapresiasi. Karena kita memang sepatutnya senantiasa terus menaruh perhatian besar pada pengembangan kegiatan konservasi gajah. Termasuk di dalamnya sektor pendidikan dan penelitian untuk dapat meningkatkan partisipasi pelestarian gajah. Saat ini gajah termasuk 25 satwa dengan status yang terancam  punah.

Indonesia merupakan Negara yang memiliki dua sub-spesies gajah  Asia sekaligus, yaitu Kalimantan dan Sumatera. Populasi gajah di Indonesia diperkirakan tersisa 1.724 individu (FKGI, 2014), menurun sekitar 28% dari tahun 2007 yang tercatat sekitar 2.400-2.800 individu. Jumlah pastinya saat ini bisa jadi lebih sedikit, tetap, dan syukur bila bertambah.

Tapi, saya khawatir jumlah gajah saat ini mungkin saja lebih sedikit dari sebelumnya mengingat maraknya perburuan gajah di dalam hutan konservasi. Ini terkait temuan gajah yang mati tanpa gading dan gigi di tahun 2015 dan terakhir ada satu kasus ditemukan kembali kejadian serupa. Untuk memastikannya, memang perlu dilakukan survei ulang.

Tapi poin pentingnya, saya mengkhawatirkan penurunan populasi gajah liar ini tidak baik bagi masa depan, terutama keberlangsungan ekosistem di sekitarnya dan bagi ilmu pengetahuan jika gajah di Sumatera ini tidak dijaga bersama.

Tahun 2011, gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) statusnya telah menjadi Critically Endangered (CR). Hal ini disebabkan karena jumlah populasi yang menurun kurang lebih 80% selama lebih dari tiga generasi.

Selain itu, lebih dari 69% habitat gajah sumatera yang potensial telah berkurang dalam 25 tahun terakhir. Kondisi seperti ini terjadi pada populasi gajah di hampir semua negara-negara di Asia.

Saya ingin ikut mengimbau, pihak yang ingin memanfaatkan gading dan gigi mamalia itu agar menghentikan keinginannya. Hentikan pemanfaatan bagian tubuh gajah. Mari kita jaga gajah ini demi keberlangsungan populasinya.

Priyo Jatmiko

Jakarta

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN