Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perawat sedang menyuntikkan vaksin Covid-19 AstraZeneca ke lengan bagian atas peserta yang mendaftar di Sentra Vaksinasi Covid-19 Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, pada 7 Mei 2021. Foto ilustrasi: Investor Daily / Happy Amalia

Perawat sedang menyuntikkan vaksin Covid-19 AstraZeneca ke lengan bagian atas peserta yang mendaftar di Sentra Vaksinasi Covid-19 Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, pada 7 Mei 2021. Foto ilustrasi: Investor Daily / Happy Amalia

Mengoptimalkan Vaksinasi Covid-19

Senin, 10 Mei 2021 | 08:16 WIB
Investor Daily

Masa larangan mudik Lebaran sudah berlangsung. Untuk memastikan aturan ini efektif, pemerintah memperketat pengawasan di lapangan. Kita berharap pemerintah tidak kendur dalam pengawasan, dan sebaliknya menuntut kedewasaan dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti kebijakan dan aturan penerapan protokol kesehatan.

Vaksinasi Covid selayaknya ju ga tetap berlangsung. Selayaknya pemerintah mempertimbangkan usulan agar memaksimalkan vaksinasi Covid-19 saat penyekatan di pos cek poin larangan mudik dan objek wisata. Akan lebih baik jika tidak hanya dilakukan tes antigen secara acak, tetapi vaksinasi juga harus secara masif dilakukan. Namun tentunya vaksinasi tetap diberikan kepada orang yang memenuhi syarat kesehatan.

Dengan demikian, pemberian vaksin di pos penyekatan dan cek poin objek wisata ini bisa menjadi semacam pemberian “sanksi” bagi masyarakat yang tetap nekat mudik, termasuk berniat liburan ke tempat wisata. Padahal, baik mudik maupun berwisata samasama berisiko terjadinya penularan Covid-19.

Sebab, kami sangsi bahwa pengelola objek wisata dan pengunjung wisata menerapkan protokol kesehatan yang benar apalagi ketat. Sulit rasanya mengatur banyak orang yang berkumpul pada satu lokasi yang luas seperti tempat wisata, termasuk mal dan lokasi hiburan lainnya.

Sebagai contoh, masih banyak masyarakat yang menggunakan masker yang kendor. Lalu, apakah bisa dijamin bahwa aturan jumlah kunjungan objek wisata maksimal 50% dari daya tamping bisa benar-benar dilaksanakan? Jika pun dipatuhi, interaksi antarpengunjung hingga menimbulkan kerumunan banyak orang masih berpotensi terjadi.

Untuk menghentikan penyebaran virus corona, butuh usaha komunal,salah satunya vaksinasi untuk kekebalan komunitas. Untuk itulah, momen larangan mudik Lebaran dan potensi meningkatnya kunjungan wisata dapat digunakan pemerintah sebagai wahana promosi vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi secara nasi o nal saat ini baru mencapai 8.486.054 orang. Bagaimana mungkin Indonesia dapat mencapai kekebalan komunitas menghendaki 70% dari jumlah penduduk, jika jumlah yang divaksinasi tidak optimal. Kita berharap dan selayaknya mendukung pelaksanaan program vaksinasi nasional Covid bisa segera terealisasi sesuai tar get. Pasokan vaksin Covid juga tak terhambat, di tengah kebutuhan vaksin yang banyak dan berbarengan dengan negara-negara lain.

Bambang Irwanto

Depok

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN