Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penetapan batas tertinggi harga tes swab mandiri Rp 900.000. Foto: ilustrasi SP/Joanito De Saojoao

Penetapan batas tertinggi harga tes swab mandiri Rp 900.000. Foto: ilustrasi SP/Joanito De Saojoao

Pastikan Biaya Tes Usap Mengacu Peraturan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2020 | 04:31 WIB
Investor Daily

Animo masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 secara mandiri masih tergolong rendah. Ada banyak alasannya, di antaranya karena memang sikap acuh warga terhadap penyebaran virus corona hingga biaya tes usap mandiri yang tak seragam dan relatif mahal.

Tarif tes usap beragam di masing-masing rumah sakit, dengan rentang tarif tes usap (swab test) mandiri Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.

Besaran biaya tes usap cukup sensitif dalam kondisi sekarang ketika ekonomi sedang lesu dan pemasukan masyarakat berkurang.

Syukurlah, pemerintah cepat tenggap dengan kondisi ini. Biaya tes usap mandiri ditertibkan. Dalam peraturan pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran nomor HK-0202/1/3713/2020 tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR, ada batas atas tarif tes usap mandiri dengan metode realtime polymerase chain reaction (RT PCR) yaitu sebesar Rp 900.000.

Bisa jadi, angka tersebut masih tergolong tinggi bagi sebagian warga, tetapi sudah ada standar penarifan yang jelas.

Bagi kami, tentu mengapresiasi pemerintah yang telah menetapkan batas tertinggi biaya tes usap.

Semoga peraturan ini bisa mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan tes usap mandiri dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19.

Harapan kami kini adalah penegakan aturan itu. Mesti ada ketegasan dalam pelaksanaan aturan itu. Kalau perlu, siapkan aturan sanksi kepada Rumah Sakit (RS) yang menerapkan tarif tes Polymerase Chain Reaction (PCR) mandiri di atas Rp 900 ribu. Jika didapati ada rumah sakit yang menerapkan tarif PCR di atas ambang batas,

langkah cepat pertama harus ada teguran langsung, dan kenakan sanksi kepada fasilitas kesehatan yang melanggar aturan mengenai batas tarif layanan pemeriksaan spesimen usap untuk mendeteksi penularan Covid-19.

Intinya, pemerintah mesti memastikan bahwa saat ini fasilitas kesehatan di daerah masing-masing sudah menjalankan peraturan mengenai batas tarif layanan tes Covid-19. Syukur kalau ada yang mematok tarif di bawah batas Rp 900 ribu.

Mudah-mudahan dengan aturan ini bisa mempercepat tes masif kepada masyarakat.

Cahyo Kuncoro

Bekasi

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN