Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta.  Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta. Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Pentingnya Pemutakhiran Data Penerima Bansos

Investor Daily, Selasa, 12 Mei 2020 | 11:54 WIB

Melalui forum terbuka ini, kami berharap pemerintah perlu melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos). Tujuannya agar penyaluran bansos dapat lebihtepat sasaran dan tepat guna.

Harapan ini merujuk masih munculnya penyimpangan atau ketidaktepatan sasaran penerima bansos di beberapa daerah.

Di beberapa wilayah ada orang kaya yang mendapat bansos, bahkan pegawai negeri sipil (PNS) aktif, pensiunan PNS, dan orang sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima.

Acuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ternyata masih kurang akurat, sehingga menyebabkan kerap salah sasaran. Maka, data ini harus diperbaiki agar bantuan sosial yang diberikan pemerintah tepat guna dan tepat sasaran.

Ketidakakuratan data menjadi persoalan serius. Tak bisa diremehkan. Jika dibiarkan, permasalahan tidak akan pernah selesai. Kasus ketidaktepatan penyaluran bansos akan selalu berulang. DTKS yang masih bermasalah harus dituntaskan sekarang, agar tidak menjadi pekerjaan rumah bangsa ke depan. Sebab persoalan data ini telah terjadi berulang-ulang.

Sejak Maret 2020 pemerintah telah mengalokasikan dana stimulus Rp 405,1 triliun untuk mengatasi pandemi Covid-19, termasuk di antaranya untuk alokasi jarring pengaman sosial sebesar Rp 110 triliun.

Dana tersebut dibelanjakan dalam bentuk bantuan Program Keluarga Harapan, bantuan tunai langsung, sembako dan lain-lain. Jumlah itu belum termasuk dana bansos dari anggaran daerah. Namun, karena basis data yang masih amburadul, membuat bantuan jaring pengaman sosial masih ada yang tidak tepat sasaran. Persoalan ini harus dibereskan.

Susanto

Depok

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN