Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran Bansos Tunai 2021 oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (4/1/2021). Sumber: IST

Peluncuran Bansos Tunai 2021 oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (4/1/2021). Sumber: IST

Perbarui Data Penerima Bansos

Rabu, 6 Januari 2021 | 07:30 WIB
Investor Daily

Pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun ini, yang dalam APBN 2021 telah disiapkan anggaran sebesar Rp 110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Tujuan pemberian bantuan sosial ke 34 provinsi tersebut adalah untuk membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi Covid-19, sekaligus bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional.

Tiga bansos yang disalurkan pemerintah tahun ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). PKH ditargetkan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp 28,7 triliun.

Bantuan ini diberikan dalam empat tahap selama satu tahun, yakni Januari, April, Juli, dan Oktober melalui transfer rekening di bankbank Himbara (BNI, BRI, Mandiri dan BTN).

Selanjutnya adalah Program Sembako atau bantuan pangan non-tunai menyasar 18,8 juta KPM dengan total anggaran Rp 45,12 tri liun. Para penerima bantuan akan mendapat uang senilai Rp 200.000 dan disalurkan mulai Januari hingga Desember 2021, juga melalui rekening di bank-bank Himbara.

Sedangkan untuk Bansos Tunai ditujukan untuk 10 juta KPM yang akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 300.000 yang diberikan selama 4 bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021. Total keseluruhan anggaran yang disalurkan pada Januari 2021 adalah sebesar Rp 13,93 triliun.

Kami berharap program penyaluran bansos itu dilakukan dengan tepat. Tidak ada penyelewengan dan tepat sasaran penerima. Sehubungan dengan itu, kami berharap pemerintah terus memperbarui atau pemutakhiran Da ta Terpadu Kesejahteraan So sial (DTKS). Pemerintah layak mengakomodasi masukan ma syarakat, misalnya, bahwa pemutakhiran data bisa dengan me libatkan lebih banyak pihak, terutama komunitas sosial untuk melengkapi maupun mengontrolnya.

Selain untuk memperkuat proses koreksi data, pelibatan partisipasi publik itu data akan lebih transparan.

Hanya saja, pemerintah juga selayaknya memanfaatkan sistem teknologi informasi yang andal untuk memverifikasi semua data tersebut. Sinergi atara emerintah pusat dan pemerintah daerah harus ditingkatkan.

Semoga dengan ikhtiar ini maka penyaluran bansos akan lebih tepat sasaran dan tepat guna. Maka, pemerintah juga mesti memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada tahun 2021 baik yang dalam bentuk tunai maupun nontunai melalui transfer bank untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Nurwantono

Depok

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN