Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Percepat Investigasi Kontainer Limbah

Sabtu, 22 Juni 2019 | 08:54 WIB

Dalam forum terbuka yang sama sebelumnya, kami sudah menyoroti pentingnya pemerintah segera menuntaskan persoalan masuknya sampah atau limbah B3 secara ilegal melalui jalur impor. Kami juga mendukung rencana pemerintah yang akan melakukan reekspor material impor termasuk kertas dan plastik yang mengandung sampah.

Hal itu berkaitan dengan kasus temuan 65 kontainer yang diduga mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang datang secara bertahap sejak awal Mei 2019 di Pelabuhan Bongkar Muat, Batu Ampar, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kami memahami bahwa investigasi terhadap kontainer milik empat perusahaan itu perlu dilakukan dengan hati-hati tetapi tetap taat hukum. Namun, tetap harus dilakukan dengan sesegera mungkin. Apalagi, kalau saya membawa penuturan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, bahwa sudah mencium bau busuk dari dalam kontainer yang diduga memuat limbah bahan beracun berbahaya.

Memang, tidak semua kontainer yang diperiksa mengeluarkan aroma tidak menyenangkan. Ada juga yang tidak. Jadi, patut diduga bau yang keluar dari kontainer yang dibuka itu karena kontainer barang impor itu mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Memang, untuk menetapkan sesuatu sebagai B3 dibutuhkan hasil pengecekan menyeluruh.

Oleh karena itu, aparat terkait pemerintah perlu segera melakukan langkah konkret untuk memastikannya. Pemerintah mesti menuntaskan persoalan masuknya sampah atau limbah B3 secara ilegal melalui jalur impor ini. Kami juga mendukung rencana pemerintah yang akan melakukan reekspor material impor termasuk kertas dan plastik yang mengandung sampah.

Nanda Widi

Jakarta

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN