Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Proses Hukum Korporasi Penyebab Karhutla

Investor Daily, Minggu, 27 Oktober 2019 | 15:08 WIB

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Tanah Air telah menjadi petaka bagi masyarakat setempat dan perekonomian. Pemerintah sudah dan masih terus melakukan penanganan karhutla. Demikian pula, langkah antisipasi karhutla karena musim kemarau masih berlangsung, yang menurut BMKG masih akan berlangsung sampai November hingga Desember.

Oleh karena itu, personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikerahkan dalam upaya mengatasi karhutla di beberapa daerah tak seharusnya dikurangi jumlahnya dan tetap bersiaga di daerah penugasan masing-masing. Selain itu, penindakan kepada pihak-pihak yang memicu kebakaran, baik perorangan maupun korporasi, harus pula dilakukan, tanpa toleransi.

Karena selain faktor fenomena El Nino, tidak bisa kita kesampingkan adanya peran manusia dalam sebagian besar peristiwa tersebut. Api lahan dan hutan telah menjadi masalah bersama. Api ini dibikin oleh orang. Orangnya siapa, harus menjadi perhatian petugas berwenang untuk menindaknya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim sampai dengan 16 Oktober 2019 sudah melakukan proses hokum terhadap 79 perusahaan pemegang konsesi dan satu perorangan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Proses hukum sudah 79 perusahaan yang terdiri atas perusahaan sawit 59 konsesi, perkebunan tebu satu konsesi, Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) HTI 15 konsesi, HA 3 konsesi dan restorasi ekosistem satu konsesi.

Menurut data KLHK, lahan yang terbakar di area milik 79 perusahaan tersebut adalah 27.192 hektare dengan area milik perorangan sebesar 274 ha.

Sebagian besar perusahaan tersebut memiliki lahan di Kalimantan Barat dengan 33 korporasi. Kemudian, di Sumatera Selatan dengan 12 korporasi pemilik konsesi. Kami memohon dengan sangat, mereka mesti diseret ke pengadilan. Jangan ada kesan pembiaran.

Yudha Baktiyasa

Depok

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA