Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi

Pelonggaran PPKM Tingkatkan Persepsi Publik terhadap Kondisi Ekonomi

Minggu, 26 September 2021 | 19:05 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19 telah meningkatkan persepsi publik terhadap kondisi perekonomian nasional.

“Persepsi publik terhadap kondisi perekonomian nasional menunjukkan sedikit perbaikan dibandingkan dua bulan lalu,” kata Burhanuddin Muhtadi dalam acara Rilis Temuan Survei Nasional: “Evaluasi Publik terhadap Penanganan Pandemi, Pelaksanaan Demokrasi dan Isu-isu Terkini”, Minggu (26/9/2021).

Burhanuddin mengatakan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia dilakukan sejak 17-21 September, dengan menggunakan kontak telepon kepada 1.200 responden yang dipilih acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka yang dilakukan pada rentang Maret 2018 hingga JUni 2021.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dari temuan survey terhadap persepsi publik terkait keadaan ekonomi nasional, tercatat ada 36,7% responden mengatakan keadaan ekonomi nasional buruk. Sedangkan yang mengatakan sangat buruk ada 7,4%.

Lalu, masyarakat yang menyatakan baik sekitar 0,7%, kemudian baik sebanyak 16,1% dan tidak baik dan tidak buruk atau sedang saja ada sebanyak 33,3% responden.

“Kalau kita total ada 44,1% responden yang menyatakan kondisi ekonomi nasional waktu survey dilakukan dalam keadaan buruk atau sangat buruk. Jadi lebih banyak yang mengatakan keadaan ekonomi nasional buruk ketimbang baik. Jadi kalau kita lihat, naiknya lebih banyak yang menilai negatif,” ujar Burhanuddin Muhtadi.

Namun, bila dibandingkan dengan tren kondisi ekonomi nasional dalam satu tahun terakhir ini, Burhanuddin melihat persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional sedikit mengalami perbaikan, meskipun masih cenderung dinilai buruk.

“Kalau kita bandingkan Mei 2020, kuartal II tahun lalu, waktu itu yang menilai kondisi ekonomi nasional buruk mencapai 81%. Itu luar biasa tinggi. Ada kenaikan super eksponensial dibandingkan bulan Februari, disurvei sebelum pandemi 2020, hanya 24% yang menyatakan buruk saat itu, lalu naik tajam 81%,” terang Burhanuddin Muhtadi.

Tetapi kemudian, lanjutnya, seiring berjalannya waktu, sempat terjadi rebound kembali pada Juli 2021, pada saat gelombang kedua karena adanya varian delta dan PPKM Darurat diterapkan sehingga awalnya kegiatan masyarakat mengalami pelonggaran kembali diperketat. Sehingga membuat mobilitas masyarakat dalam mencari nafkah menjadi terganggu. Saat itu, berdasarkan hasil survey, jumlah masyarakat yang menyatakan kondisi ekonomi nasional memburuk mencapai 52%.

“Nah di survey September, yang mengatakan kondisi ekonomi nasional itu memburuk turun jadi 44,1%. Ini mungkin berkaitan dengan pelonggaran PPKM. Sebelumnya ada PPKM Darurat, lalu ada PPKM Level 1-4, dan makin lama diturunkan serta perbaikan kondisi penanganan Covid-19,” papar Burhanuddin Muhtadi.

Menurutnya, masyarakat yang menyatakan kondisi ekonomi nasional masih memburuk, umumnya adalah warga yang tidak mempunyai penghasilan tetap (fixed income) yang bekerja di sektor informal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN