Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu lansia menerima vaksin booster di Puskesmas Curug Mekar, Jalan Abullah bin Nuh, Kota Bogor, Kamis (13/1/2021).

Salah satu lansia menerima vaksin booster di Puskesmas Curug Mekar, Jalan Abullah bin Nuh, Kota Bogor, Kamis (13/1/2021).

Jika Stok Memadai, Seluruh Masyarakat Berhak Dapat Vaksin Booster 

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:54 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani mengatakan, pemberian vaksin booster sebetulnya tidak perlu melihat kriteria tertentu. Seluruh masyarakat  yang telah mendapatkan vaksinasi dua dosis atau lengkap  berhak mendapatkan booster vaksin. 

Namun,  kondisi ini dapat terwujud jika stok vaksin Covid-19 saat ini  memadai. “Jadi ini sangat terkait dengan kuota vaksin yang dimiliki oleh Indonesia. Kalau jumlahnya misalkan  banyak dan kemudian dan cadangan banyak tentu dapat diberikan tidak hanya di kelompok  prioritas saja,” kata Laura saat dihubungi Beritasatu, Sabtu (15/1/2021).

Ia menuturkan, dengan stok vaksin terbatas, maka perlu adanya skala prioritas seperti awal program vaksinasi Covid-19  dilakukan. Dalam hal ini, pemberian vaksin memprioritaskan kelompok paling berisiko terinfeksi seperti  tenaga kesehatan (nakes), lansia dan  kelompok rentan atau komorbid serta petugas pelayanan publik yang selalu ketemu banyak orang.

Dikatakan Laura, jika pemerintah sudah menetapkan skala prioritas dan mempertimbangkan stok vaksin. Apabila lebih dari jumlah kelompok prioritas maka bisa diberikan kepada masyarakat umum. “Jadi enggak melihat profesi  dan usia. Siapa pun bisa tapi sangat tergantung dengan ketersediaan stok vaksin yang  sekarang karena kita masih sangat tergantung dengan produsen asing. Artinya, kita belum bisa mengandalkan vaksin mandiri atau vaksin Merah Putih,” ucapnya.

Menurutnya, jika vaksin dalam negeri sudah dapat diproduksi massal, tentu booster vaksin tidak membutuhkan skala prioritas. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN