Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang lansia menerima vaksinasi booster di Puskesmas Curug Mekar, Kota Bogor, Kamis (13/1/2022).

Seorang lansia menerima vaksinasi booster di Puskesmas Curug Mekar, Kota Bogor, Kamis (13/1/2022).

Selama Pandemi Belum Berakhir, Vaksin Booster Disarankan Terus Diberikan

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:05 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani mengatakan, selama masih ada pandemi Covid-19,  vaksinasi booster  perlu terus dilakukan. Pasalnya, efikasi masing-masing vaksin mengalami penurunan setelah 6 bulan penyuntikan.

“Jika daya proteksi sudah menurun, ini harus diperkuat lagi. Ini kan kondisinya masih pandemi, nanti sampai kapan dan apakah ini sama halnya dengan influenza. Untuk saat ini saya rasa seperti itu,” kata Laura saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (15/1/2021).

Ia menyebutkan, pemberian vaksin booster  agar antibodi  dapat melawan ketika terinfeksi  Covid-19 termasuk varian baru.  Sebab, apabila antibodi  telah  menurun, tentu daya proteksi juga berkurang. Ketika adanya varian baru dengan tingkat penularan lebih tinggi, maka tubuh sulit untuk melawan virus tersebut.

Laura menyebutkan, pentingnya pemberian booster setelah efikasi menurun karena virus SARS-CoV-2 unik jika dibandingkan dengan SARS 2002 sebelumnya. Pasalnya, ketika  seseorang terinfeksi SARS gejala tampak jelas. Namun, yang terinfeksi SARS-CoV-2 bergejala sangat sedikit. Hal ini mempersulit tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi individu mana saja yang terinfeksi, sehingga virus terus berkembang melakukan mutasi.

Untuk itu, Laura menuturkan, sangat sulit memprediksi  pandemi Covid-19 berakhir. Jika pun menurun kasusnya akan menjadi  endemi. “Kalau endemi bisa berisiko menyebabkan wabah berikutnya, maka tetap membutuhkan vaksin booster,” ucapnya.

Laura berharap vaksin Merah Putih  hasil karya anak bangsa segera diproduksi agar Indonesia tidak ketergantungan vaksin dari negara lain, sehingga lebih mudah melindungi masyarakat secara mandiri. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN