Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengawali kunjungan kerjanya di Sumatra Utara (Sumut) pada Kamis (11/11/2021), dengan mengadakan pertemuan bersama Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengawali kunjungan kerjanya di Sumatra Utara (Sumut) pada Kamis (11/11/2021), dengan mengadakan pertemuan bersama Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi

Cerita Gubernur Sumut: Jokowi Pilih Jalan Darat daripada Naik Helikopter ke Nias Utara

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:06 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menceritakan pengalaman uniknya ketika mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kabupaten Nias. Presiden lebih memilih jalan darat yang susah dilalui, karena kondisi jalannya tidak mulus, dibandingkan naik helikopter yang telah disediakan di lapangan terbang Binaka Nias.

Hal tersebut diungkapkan Edy saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatra Utara, Kamis (7/7/2022).

Advertisement

Baca juga: Kunjungan Kerja ke Sumut, Jokowi Akan Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Bagikan Bansos di Nias

“Tetapi rakyat Sumatera Utara, saya mau menginformasikan, kemarin beliau meninjau Nias yang direncanakan protokol menggunakan Heli dari lapangan terbang Binaka menuju ke Nias Utara dan dilanjutkan ke Nias Barat. Tapi beliau berkehendak lewat darat,” kata Edy Rahmayadi.

Tentu saja permintaan Jokowi ini sempat membuat Edy stress. Karena, dia mengetahui, kondisi jalan darat di Nias tidak sebaik jalan darat di kabupaten-kabupaten lain di Pulau Jawa atau yang ada di Provinsi Sumatra Utara.

“Yang agak stress gubernurnya. Karena saya tahu persis jalan itu, walaupun saya lebih tua dari Presiden usia, tapi hanya 3 bulan bedanya. Saya tahu benar itu cukup lelah, karena jalannya pasti tidak bisa disamakan dengan jalan-jalan yang ada di Pulau Jawa,” ujar Edy Rahmayadi.

Tetapi ternyata, keinginan Jokowi melalui jalan darat menuju Nias Utara dan Nias Barat ini ingin melihat langsung kondisi infrastruktur jalan di sana. Sepanjang perjalanan, Jokowi langsung memberikan perintah kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Edy Rahmayadi untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Nias.

“Tetapi saya mendengar langsung presiden memerintahkan Menteri PUPR dan saya sebagai saksi di situ, betulin ini, di bangun ini dan segala macam. Saya sendiri ditanya oleh Beliau jadi provinsi buat apa? Mau tidak mau, saya juga akan mengikuti sehingga Nias juga bisa mendekati kabupaten-kabupaten yang ada di Sumatera Utara ini,” terang Edy Rahmayadi.

Baca juga: Presiden Jokowi Bertemu Pedagang di Pasar Alasa Nias Utara

Seperti diketahui, Presiden Jokowi meninjau proyek peningkatan struktur jalan Laehuwa-Ombolata-Tumula-Faekhuna’a di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (6/7/2022). Pembangunan infrastruktur jalan tersebut dilakukan untuk membangun konektivitas antarwilayah di Pulau Nias.

Saat memberikan keterangan seusai melakukan peninjauan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur jalan nasional di Nias dapat rampung tahun depan.

Kemudian Jokowi melanjutkan kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatra Utara dengan meninjau infrastruktur Jalan Nasional Lingkar Nias dan Jembatan Idano Sibolou di Kabupaten Nias Barat, Rabu (6/7/2022).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Utara Brawijaya mengatakan, pihaknya akan menangani jalan sepanjang 24 kilometer pada tahun 2023. Jalan tersebut merupakan bagian dari Jalan Lingkar Nias yang menghubungkan kota dan kabupaten di Pulau Nias.

Sementara itu, Jembatan Idano Sibolou yang memiliki panjang 50 meter telah selesai dibangun pada 2021 lalu. Jembatan tersebut dibangun dengan anggaran Rp 13,74 miliar.

Pembangunan infrastruktur konektivitas di Pulau Nias sendiri selain bertujuan untuk membuka keterisolasian wilayah barat dan utara Nias, juga untuk mengurangi kemiskinan ekstrem.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN