Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Anies-Ariza Belum akan Divaksin Covid-19

Kamis, 14 Januari 2021 | 08:52 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza belum akan divaksin Covid-19.

Mereka belum akan divaksin karena riwayat kesehatan yang pernah terpapar virus menular tersebut. Sedangkan pemberian vaksin di Jakarta mulai dilakukan tahap pertama pada Jumat (15/1).

"Ada beberapa syarat dan ketentuan yang tidak diperbolehkan, umpamanya Pak Ridwan Kamil yang ingin jadi orang pertama dan siap jadi teladan itu tidak boleh divaksin lagi karena sudah menjadi relawan vaksin. Kemudian Pak Anies, saya, Bu Khofifah dan beberapa kepala daerah yang kebetulan pernah terinfeksi Covid-19 juga tidak boleh divaksin," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/1).

Orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19 belum dianjurkan untuk menerima vaksin Covid- 19. Kelompok ini dianggap sudah memiliki antibodi protektif sehingga bukan menjadi pilihan utama pemberian vaksin. Ariza dan Anies pada prinsipnya sebagai pemimpin daerah siap menjadi orang yang pertama divaksin dan memberi contoh serta teladan seperti Presiden Joko Widodo untuk ting kat nasional, yang diikuti gubernur di tingkat provinsi, bupati/wali kota di tingkat kabupaten kota.

"Kami sangat mendukung dan siap memberikan contoh teladan, namun demikian terkait vaksin kita mengikuti aturan dan ketentuan dari Dinas Kesehatan," katanya.

Terkait dengan mulainya vaksinasi yang ditandai dengan penyuntikan vaksin pertama pada Presiden Joko Widodo, Ariza menilai hal ini menunjukkan pengharapan program vaksinasi nasional berjalan sesuai harapan.

"Tentu kami di DKI senang dan berkomitmen untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat mulai Jumat (15/1) nanti untuk melakukan vaksinasi mulai dari tenaga kesehatan dan tokoh-tokoh masyarakat. Mudahmudahan masyarakat Jakarta tidak hanya senang dan mendukung tapi terlibat aktif dan bersedia divaksin," kata Ariza.

Berdasarkan SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Nomor 01.02/4/1/2021, ada beberapa kon disi khusus yang belum dianjurkan menerima vaksin Covid -19, yakni pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jang ka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, dan penderita penyakit autoimun (lupus, sjogren,_vasculitis).

Selanjutnya penderita penyakit ginjal, penderita reumatik autoimun, penderita penyakit sa luran pencernaan kronis, pen derita penyakit hipertiroid, penderita kanker, dan kelainan darah, defiensi imun dan penerima tranfusi.

Penderita gejala ISPA (batuk, pilek, sesak nafas) dalam tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi, enderita diabetes mellitus (dalam kondisi tertentu bisa divaksin), penderita HIV (dalam kondisi tertentu bisa divaksin), penderita penyakit paru asma, tuberkolosis (dalam kondisi tertentu bisa divaksin) dan sedang suspek/kontak erat/probable Covid-19.

Sementara itu, Kasus positif Covid-19 di Jakarta pada Rabu (13/1) mencapai rekor tertinggi. Penambahan kasus positif hari ini mencapai 3.476 kasus.

Total kasus aktif di Jakarta selama pandemi Covid-19 menca pai 214.728. Sementara total pasien sembuh mencapai 191.557 pasien. Pasien meninggal pada hari ini tercatat mencapai 45 orang.

Secara keseluruhan total pasien yang meninggal yakni 3.595 orang. Sementara Kadis Kesehatan DKI Widyastuti menyebit keter isian tempat tidur isolasi di 101 RS rujukan Covid per 12 Januari 2021 mencapai 88 persen. Secara keseluruhan untuk tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di Jakarta berjumlah 7.546 unit. Sedangkan ruang ICU sebanyak 1.012 kini telah terpakai 83 persen.

Vaksin Tahap Pertama

Vaksin siap disuntikkan ke Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1/2021). Sumber: BSTV
Vaksin siap disuntikkan ke Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1/2021). Sumber: BSTV

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku telah menerima sebanyak 120.040 dosis vaksin Sinovac untuk tahap pertama. Vaksin ini akan disuntikan kepada para tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat sebagai sasaran penerima tahap pertama.

“Kami menyiapkan dulu 60.000 tenaga kesehatan yang kita berikan suntikan vaksin di tahap awal ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti saat dihubungi, Selasa (12/1) malam.

Widyastuti mengatakan, total tenaga kesehatan yang ada di Jakarta sebanyak 131.000 orang yang berada di seluruh fa silitas kesehatan, mulai dari rumah sakit vertikal, rumah sa kit TNI-Polri, rumah sakit umum daerah, puskesmas dan semua faskes yang masuk dalam sistem. Namun, yang disuntik vak sin tahap bertahap baru 60.000 tenaga kesehatan yang te lah memenuhi kriteria penerima vaksin.“Ini nanti yang disuntik pada Jumat, tanggal 15 Januari.

Untuk tahap berikutnya rencananya pada Februari 2020,” tutur dia. Selain 60.000 tenaga kesehatan, kata Widyastuti, vaksin tahap pertama akan disuntik kepada 20 orang tokoh masyarakat di Jakarta. Penyuntikan kepada to koh masyarakat ini untuk memberikan teladan kepada masyarakat agar tidak khawatir dan takut disuntik vaksin Covid-19. Widyastuti belum menyebutkan secara detail ke-20 tokoh masyarakat yang divaksin tahap pertama.

“Secara garis besar tokoh masyarakat tersebut mulai dari tokoh birokrat, tokoh masyarakat, organisasi profesi, itu yang akan sesuai dengan kebijakan di tingkat pusat,” ungkap dia.

Dengan demikian total penerima vaksin Covid-19 tahap pertama di Jakarta sebanyak 60.020 orang. Masing-masing penerima akan disuntikan dua dosis vaksin Covid-19 secara bertahap dalam 2 minggu di Januari 2021 sehingga total vaksin Sinovac yang akan disuntikan sebanyak 120.040 dosis.

“Kami menerima 120.040 dosis vaksin dan sesuai dengan arahan Bapak Menteri Kesehatan bahwa harus dipastikan 120.040 dosis tersebut aman diberikan untuk 2 kali pemberian. Jadi vaksin Sinovac ini diberikan 2 kali kepada satu orang,” pungkas Widyastuti. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN