Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Bareskrim Serahkan 4 Tersangka Kasus Red Notice ke Kejaksaan

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:10 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menyerahkan empat tersangka dan barang bukti dalam penyerahan berkas perkara tahap II kasus gratifikasi pengurusan red notice Djoko Tjandra ke Kejaksaan, Jumat (16/10).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, ada empat tersangka yang diserahkan penyidik Bareskrim ke Kejaksaan secara bersamaan yakni tersangka Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi.

“5 Oktober lalu berkas perkara red notice JST dkk telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU (jaksa penuntut umum) sehingga pada hari ini Jumat, penyidik tipikor telah menyerahkan tahap II dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Jaksel untuk tersangka PU, TS dan NB, sedangkan JST diserahkan ke Kejari Jakpus,” tutur Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/10).

Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Untuk tersangka Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakar ta Selatan. Sementara tersangka Djoko diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Sementara Kajari Jaksel Anang Supriatna mengatakan untuk Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo masih ditahan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri karena keduanya berhadapan dengan perkara lain.

Untuk Irjen Napoleon Bonaparte rencananya akan dititipkan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri dan Tommy Sumardi di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan.

Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao

“Dalam waktu 14 hari ke depan secepatnya nanti penuntut umum melimpahkan ke pengadilan karena ada batas waktunya juga,” kata Anang. Dia menuturkan pelimpahan para tersangka ke Kejari Jakarta Selatan memang mengikuti wilayah hukum kejadian. Namun persidangan tetap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dalam kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai pemberi gratifikasi serta Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai penerima gratifikasi.

Tuntaskan Kasus

Kaporli Idham Aziz. Sumber: BSTV
Kaporli Idham Aziz. Sumber: BSTV

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengapresiasi kinerja para bawahannya yang su dah menuntaskan kasus tersebut.

Selesainya kasus ini menandakan Polri sangat serius menuntaskan setiap kasus yang ditangani.

“Penuntasan kasus Djoko Tjandra merupakan bentuk komitmen kami dalam penegakan hukum sekaligus upaya bersihbersih di tubuh Polri,” kata Idham dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Mantan Kabareskrim itu menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran pidana. Sekalipun pelakunya adalah orang dengan jabatan atau pangkat tinggi akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. “Transparan, tidak pandang bulu, semua yang terlibat kami sikat,” tegas Idham.

Sebelumnya, Santrawan T. Paparang, kuasa hukum Irjen Pol Napoleon Bonapar te berkeberatan kliennya ditahan oleh penyidik Bareskrim karena selama ini Napoleon telah bersikap kooperatif dalam pemeriksaan.

“Datang ke sini (Bareskrim) dengan pakaian (dinas) lengkap. Tiba-tiba datang surat penahanan, jadi persis ditahan hari ini,” kata Santrawan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/10).

Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pelimpahan Berkas Tersangka Kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Menurut dia, Napoleon te lah memintanya untuk membeberkan fakta hukum dalam kasus ini. “Perintah beliau buka saja untuk fakta hukumnya, kami akan buka, tidak akan kami tutup-tutupi lagi,” katanya.

Santrawan menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat kasus ini. Bahkan, dikatakannya, Napoleon tadinya hendak melaporkan tersangka Tommy Sumardi, namun belum tercapai karena dihalang-halangi. Kendati demikian, pihaknya tidak merinci siapa yang meng halangi Napoleon untuk membuat laporan polisi.

“Kalau orang terima duit, apa berani dia melapor? Duit yang diduga diterima beliau (Napoleon) berdasarkan keterangan TS (Tommy Sumardi), di mana? Ap disita duit itu? Tidak ada (uang) yang disita, penyitaan uang tidak ada di tangan beliau (Napoleon),” paparnya.

Menurut dia , tuduhan terhadap Napoleon dalam kasus ini bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum karena tidak ada barang bukti yang disita dari tangan Napoleon sebagai tersangka.

“Ini bisa jadi bola liar, ini bisa jadi preseden buruk proses penegakan hukum, nanti si A, B, C bisa menuduh orang seenaknya,” katanya. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN