Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Epidemiolog Grifith University. Dicky Budiman. Sumber: BSTV

Epidemiolog Grifith University. Dicky Budiman. Sumber: BSTV

Epidemiolog: Cegah Warga yang Nekat Mudik!

Selasa, 4 Mei 2021 | 20:25 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id   – Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mendesak pemerintah agar terus melakukan upaya pencegahan bagi warga yang nekat mudik Lebaran. Dicky mengatakan pemudik masuk ke dalam kelompok berisiko tinggi untuk memaparkan atau terpapar penyakit menular sehingga berisiko membuat lonjakan kasus.

“Kalau dalam epidemiologi wabah, pemudik disebut traveller visiting family and relative. Ini keluompok berisiko tinggi mempaparkan dan terpapar,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (4/5/2021).

Dicky mengatakan pencegahan bisa dilakukan jika pemerintah tidak mudah melakukan pelonggaran aktivitas. Sebaliknya, pelonggaran harus dilakukan dengan sangat terukur dan berhati-hati atau bergradasi.

Menurutnya, negara atau wilayah yang menunjukkan keberhasilan dalam pengendalian pandemi seperti Australia, Selandia Baru, dan Taiwan sangat menjaga konsistensi dalam intervensi kebijakannya.

Dicky mengingatkan mudik bisa berkontribusi kepada perburukan pandemi termasuk meningkatkan angka kematian. Dalam kasus di Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi jauh lebih banyak yang tidak terdeteksi sehingga arus mudik bisa semakin membahayakan kelompok berisiko seperti warga lanjut usia dan komorbid.

“Ini akhirnya bisa memicu ledakan kasus,” katanya.

Menurut Dicky, jika situasi pandemi di suatu wilayah/negara semakin memburuk, maka masyarakat justru cenderung semakin abai karena terdampak secara ekonomi dan sosial.

“Kepercayaan masyarakat kepada kemampuan pemerintah dalam pengendalian pandemi pun semakin turun,” ujarnya.

Dicky mengatakan penting bagi pemerintah untuk terus menerus membangun kesadaran akan persepsi risiko yang sama dengan masyarakat. Situasi itu pada akhirnya diharapkan bisa menggugah kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN