×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: IST

Presiden Joko Widodo. Foto: IST

Jokowi akan Dirikan 1.000 BLK Pesantren

(gor/ant), Kamis, 28 Februari 2019 | 08:43 WIB

 

BANJAR- Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan mendirikan 1.000 balai latihan kerja bagi komunitas pesantren seiring tantangan Revolusi Industri 4.0 (generasi keempat).

"Seribu BLK untuk komunitas pesantren akan didirikan," kata Jokowi di acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Rabu.

Kepala negara mengatakan persaingan global dalam era industri saat ini menuntut persiapan sumber daya manusia yang unggul. Dengan begitu, kehadiran BLK bagi pesantren memiliki arti penting.

Menurut dia, Revolusi Industri 4.0 sudah di depan mata sehingga mau tidak mau masyarakat Indonesia harus menyesuaikan diri. Saat ini, revolusi industri ditandai dengan ekspansi robotik, kecerdasan buatan, cryptocurrency dan perangkat digital lainnya.

Kendati terdapat tantangan, Jokowi mengajak masyarakat untuk tidak pesimistis dengan era industri 4.0. Indonesia harus optimistis untuk tidak tertinggal zaman dengan pembangunan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman.

"Agar bisa bersaing dengan negara-negara lain. Pemberdayaan manusia harus dipercepat," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Sai Aqil Siradj meminta pemerintah untuk mempersiapkan masyarakat yang berkualitas seiring tantangan dan ancaman 4.0.

Said mengatakan jangan sampai Revolusi Industri 4.0 justru menjadi mudarat bagi masyarakat Indonesia. Sebaliknya, keunggulan-keunggulan teknologi harus dikuasai sehingga era baru industri tersebut menjadi berkah.

"Tugas pemerintah adalah mengelola peluang positif revolusi digital sekaligus mereduksi, mengantisipasi dan merekayasa 'mudarat-mudarat' teknologi agar tidak mendehumanisasi pembangunan," katanya. (gor/ant)

 

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN