Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas Polisi melakukan pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan HOS Cokroaminoto, Tangerang, Banten.  Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Petugas Polisi melakukan pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan HOS Cokroaminoto, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

OTG di Kota Tangerang Tidak Diperbolehkan Isolasi Mandiri di Rumah

Kamis, 17 September 2020 | 07:00 WIB
Investor Daily

TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan Orang Tanpa Gejala atau OTG tidak lagi diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah melainkan harus menggunakan fasilitas ruangan dari pemerintah.

"Mulai besok tidak ada lagi pasien OTG yang melakukan isolasi mandiri di rumah, tapi dengan menggunakan fasilitas ruang isolasi mandiri dari pemerintah," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang Rabu (16/9).

Wali Kota Arief menyampaikan saat ini kasus yang terjadi di Kota Tangerang mendominasi Orang Tanpa Gejala atau OTG yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Kemungkinan besar kalau isolasi mandiri di rumah, mereka tidak mampu menerapkan protokol kesehatan dengan benar, karena pasti terjadi kontak erat dengan anggota keluarga lainnya," ujar Arief.

Walikota Tangerang Arief Wismansyah. Foto: twitter.com
Walikota Tangerang Arief Wismansyah. Foto: twitter.com

Diakuinya, penyebaran virus Covid-19 di Kota Tangerang masih cukup melonjak. Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan tempat isolasi pasien dalam pengawasan wabah penyakit Covid-19 pada Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kota Tangerang.

"Hari ini sedang kita persiapkan, mudah-mudahan mulai besok sudah bisa beroperasi," ujar Arief.

Dia juga menjelaskan terjadinya penyebaran virus pada kluster keluarga disebabkan pada pekerja kantor yang membawa virus ke dalam keluarga.

"Penyebarannya pada saat makan siang bareng bersama pegawai yang lain, disini terjadi percikan (droplet) saat ngobrol sambil makan," ujar Arief.

Oleh karena itu, Arief mengimbau kepada seluruh pegawai Pemerintahan serta pegawai swasta yang berada di Kota Tangerang agar tidak melakukan istirahat makan siang di luar bersamaan agar terhindar dari paparan Covid-19.

Alih Fungsi RPS

Pemerintah  Kota Tangerang Banten mengalihfungsikan Rumah Perlindungan Sosial (RPS) yang awalnya rumah singgah bagi lansia menjadi fasilitas isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin di Tangerang Rabu, meninjau langsung proses persiapan Rumah Perlindungan Sosial (RPS) yang nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan Tempat Isolasi Pasien Dalam Pengawasan.

"Perhatikan alur keluar masuk petugas dan pasien, harus dibedakan," kata Wakil Wali Kota dalam peninjauan yang didampingi Asisten Ekbang Kesra Indri Astuti, Kadinsos Suli Rosadi serta sejumlah jajaran Dinsas Sosial di RPS, Jl. Pintu Air, Neglasari, Rabu (16/9).

Dalam tinjauannya, Sachrudin memeriksa satu demi satu ruangan yang tersedia di area RPS, mulai dari kualitas kamar, tempat tidur dan sanitasi yang ada.

Untuk diketahui, Rumah Perlindungan Sosial (RPS) merupakan fasilitas isolasi yang memiliki fasilitas sebanyak 22 ruangan isolasi dengan jumlah kapasitas tempat tidur sebanyak 60 unit serta 2 ruangan yang diperuntukkan bagi petugas kesehatan. (ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN