Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Logo Tripadvisor. ( Foto: BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES )

Logo Tripadvisor. ( Foto: BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES )

Para Tamu yang akan Menginap di Hotel Thailand Diminta Hati-hati

Jumat, 13 November 2020 | 14:45 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BANGKOK, investor.id – Para tamu yang akan menginap di hotel di Thailand diminta berhati-hati oleh situs laman perjalanan Tripadvisor. Peringatan ini menyusul adanya tindakan hukum yang dialami ekspatriat Amerika, Wesley Barnes setelah memberikan ulasan negatif pada hotel yang diinapi sehingga membuatnya sempat mendekam di penjara.

Tripadvisor juga mengingatkan pada resor-resor di Thailand yang terdaftar.

Pada Juli, Barnes menulis ulasan tentang “staf yang tidak ramah” dan menuduhSea View Hotel and Spa di pulau Koh Chang melakukan “perbudakan modern”, setelah terjadi perselisihan mengenai biaya buka botol (corkage) – biaya ini biasa dikenakan pada pengunjung restoran atau bar jika membawa minuman beralkohol dari luar restoran.

Resor tersebut kemudian menuntut Barnes dan dia dijebloskan ke penjara selama dua hari, usai ditangkap dan didakwa berdasarkan undang-undang pencemaran nama baik yang ketat di Thailand. Namun pada bulan lalu, Barnes dan resor itu telah mencapai kesepakatan melalui proses mediasi

Bahkan Tripadvisor menambahkan pesan peringatan kepada Sea View Hotel and Spa pada Rabu (11/11), guna memperingatkan para calon tamu tentang apa yang terjadi pada Barnes.

“Hotel mungkin telah menggunakan hak hukumnya sesuai undang-undang setempat, namun adalah peran kami untuk memberi tahu Anda sehingga Anda dapat mempertimbangkan hal ini saat mencari informasi tentang rencana perjalanan Anda,” demikian bunyi peringatan itu, seperti dilansir AFP, Kamis (12/11).

Tripadvisor mengatakan telah mengambil “tindakan luar biasa” dengan mem-posting peringatan itu pada daftar hotel, sehingga wisatawan lain mengetahui insiden tersebut.

“Tripadvisor percaya pada hak setiap wisatawan untuk menulis tentang pengalaman perjalanan mereka secara langsung - baik atau buruk. Tripadvisor sangat menentang tindakan bisnis, seperti Sea View Hotel and Spa di Koh Chang, yang menggunakan hukum setempat untuk mengirim seseorang ke penjara karena menyatakan pendapatnya,” ujar seorang juru bicara.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, pihak hotel menyatakan sangat kecewa dengan tindakan Tripadvisor, karena akan menimbulkan kebingungan lebih lanjut dan memulai kembali kasus yang sudah ditutup.

Sedangkan AFP telah berusaha meminta komentar dari Barnes.

Sebagai informasi, hukum pidana pencemaran nama baik di Thailand sudah sejak lama menarik perhatian kelompok hak asasi manusia dan kebebasan pers. Hukum tersebut dikatakan digunakan oleh para pemain kuat sebagai senjata untuk membungkam kebebasan berekspresi.

Ada pun hukuman maksimal yang dijatuhkan adalah dua tahun penjara, serta denda 200.000 baht (US$ 6.300).

Wakil Direktur Human Rights Watch Asia Phil Robertson mengatakan, hukum pencemaran nama baik di Thailand adalah alat yang telah teruji oleh waktu untuk menekan opini kritis, dan beberapa bisnis bersedia untuk menggugat begitu saja. "Sangat mudah untuk mengajukan kasus-kasus ini, dengan hampir tidak ada bukti apa pun," katanya kepada AFP.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN