Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden Maruf Amin meresmikan RSU Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Magelang, Jawa Timur, Kamis, 7 November 2019. Foto: Beritasatu Photo

Wakil Presiden Maruf Amin meresmikan RSU Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Magelang, Jawa Timur, Kamis, 7 November 2019. Foto: Beritasatu Photo

DIRESMIKAN WAPRES KH MARUF AMIN,

PBNU-Lippo Dirikan Rumah Sakit di Magelang

Ester Nuky, Jumat, 8 November 2019 | 07:43 WIB

MAGELANG, investor.id  - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019). RSU ini didirikan dengan bekerja sama antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yayasan Syubbanul Wathon, dan Lippo Group.

Peresmian dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti oleh KH Ma’ruf Amin, disaksikan oleh pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Hadir pula Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tokoh masyarakat setempat, serta manajemen RSU Syubbanul Wathon dan Siloam Hospitals Group. Dalam peresmian tersebut, Ma’ruf menyampaikan terima kasih atas pembangunan RSU secara gotong royong, khususnya kepada Lippo Group.

Ma’ruf mengapresiasi upaya pembangunan RSU Syubbanul Wathon yang melibatkan Lippo Group. Ma’ruf mengatakan, hanya di Indonesia, rumah sakit dibangun atas inisiasi masyarakat, organisasi, dan pengusaha. Gotong royong ini sudah menjadi ciri khas bangsa yang tidak dimiliki negara-negara lain. Bukan hanya rumah sakit, pembangunan fasilitas juga dilakukan secara gotong royong di sekolah-sekolah.

“Ini merupakan wujud dari sikap perilaku gotong royong yang kita miliki. Ada Lippo Group, PBNU, kemudian juga Pesantren Tegalrejo, kemudian juga pemerintah karena di dalamnya ada BPJS Kesehatan. Jadi, ada pihak-pihak yang bekerja sama, ini kemudian terwujudlah rumah sakit,” kata Ma’ruf Amin.

KH Maruf Amin. Foto: capture Beritasatu TV
KH Maruf Amin. Foto: capture Beritasatu TV

Ma’ruf mengharapkan RSU Syubbanul Wathon yang dikelola oleh Lippo Group itu bisa memberikan pelayanan yang optimal. Dia menganggap misi kesehatan ini merupakan tugas mulia, yang bagi seorang muslim sebagai kewajiban individu.

“Memberikan pelayanan kesehatan menurut paham saya dari pesantren itu minimal hukumnya fardu kifayah. Bahkan, bisa jadi fardu ain,” tambah Ma’ruf Amin.

RSU Syubbanul Wathon ini dibangun di atas lahan seluas 4.800 meter persegi, dengan total luas bangunan 6.000 meter persegi yang terdiri dari tiga lantai. Selain menghadirkan peralatan modern, RSU Syubbanul Wathon akan dilayani sekitar 60 dokter, perawat, dan tenaga medis profesional lainnya. RSU yang juga menyerap tenaga kerja lokal ini akan dilengkapi pelatihan intensif untuk memenuhi kebutuhan sumber daya operasionalnya.

Entaskan Masyarakat dari Kemiskinan

Mochtar Riady. Foto: IST
Mochtar Riady. Foto: IST

Pendiri Lippo Group Mochtar Riady juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kesediaan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin untuk menghadiri dan meresmikan fasilitas kesehatan tersebut. Pembangunan RSU merupakan misi pribadinya dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan di daerah-daerah terpencil.

Mochtar melihat banyak aspek yang membuat tingkat kemiskinan di daerah-daerah terpelosok tinggi. Salah satunya, petani dalam menjual hasil buminya harus melalui banyak lapisan, sehingga harga jualnya rendah.

“Kemudian, petani membeli kebutuhan sehari-hari jauh lebih mahal dari orang kota membeli barang. Di desa kadang-kadang ada sekolah, tapi tidak ada guru yang baik. Ini menyebabkan anak-anak di desa tak sepintar anak-anak di kota. Di desa kadang-kadang penyakit ringan, tapi karena tidak punya fasilitas dan dokter yang baik, jadi bencana yang serius,” kata Mochtar Riady.

Oleh karena itu, Mochtar mengharapkan RSU tersebut memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat setempat dan mendorong adanya terobosan aspek kesehatan secara digital. Sinergi antara PBNU dan Lippo Group ini diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan rencana pemerataan dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah lain.

“Saya kira, dengan usaha ini, kami bisa wujudkan pengentasan (masyarakat dari) kemiskinan,” kata Mochtar Riady.

RSU Syubbanul Wathon merupakan rumah sakit pertama hasil kemitraan PBNU melalui Yayasan Syubbanul Wathon dan Lippo Group melalui Siloam Hospitals. RSU ini pembangunannya dimulai tahun 2018.

Bangun Indonesia Maju

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan lebih lanjut, kerja gotong-royong atau kemitraan diperlukan dalam membangun Indonesia maju.

“Ke depan kita mempunyai visi dan misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan SDM tidak akan berhasil tanpa masyarakat yang sehat. Rumah sakit yang dibangun oleh masyarakat melalui gotong-royong perlu dicontoh, sebagai upaya mempertahankan kearifan lokal,” paparnya.

Wapres juga berpesan agar peran rumah sakit tidak melulu mengobati pasien sakit. Namun, ada yang lebih penting, yakni pencegahan orang sakit dengan mengkampanyekan gerakan pendidikan kesehatan masyarakat.

“Kita masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) terkait pengentasan (pengurangan) angka stunting. Harapannya juga, adanya rumah sakit ini menjadi stimulus untuk memperbaiki kualitas kesehatan bagi masyarakat sekitar,” tambahnya

Percontohan

Pendiri (fouder) Lippo Grup Mochtar Riady, bersama Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar, dan Ketua Yayasan Syubbanul Wathon dan Pengasuh Pesantren API Salafi Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori meninjau Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Magelang, Rabu, 6 NOvember 2019.  Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale
Pendiri (fouder) Lippo Grup Mochtar Riady, bersama Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar, dan Ketua Yayasan Syubbanul Wathon dan Pengasuh Pesantren API Salafi Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori meninjau Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Magelang, Rabu, 6 NOvember 2019. Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar juga mengapresiasi pembangunan rumah sakit hasil kemitraan antara PBNU, Yayasan Syubbanul Wathon, dan Lippo Group di Magelang. Ia berharap rumah sakit ini dapat menjadi percontohan atau pilot project yang dapat diterapkan di daerah-daerah lain.

“Berkaca pengalaman Mendes Halim yang pernah juga mendirikan rumah sakit, RSU Syubbanul Wathon sudah sangat baik dalam fasilitas, tenaga ahli bidang kesehatan, dan pengelolaan. Pembangunan dan pengelolaan rumah sakit ini perlu ditiru di daerah-daerah lain. Ini suatu model yang perlu di-cloning di daerah-daerah lain,” papar Halim usai meninjau RSU tersebut, Rabu (6/11/2019).

Dia mengatakan, berdirinya RSU Syubbanul Wathon di Magelang tentunya menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar dan pemerintah. Pemerintah diuntungkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang baik di bidang kesehatan, sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Visi dan misi Presiden Jokowi ke depan adalah penguatan SDM. Kesehatan merupakan salah satu penguatan dalam mempersiapkan SDM dan tentunya pemerintah harus men-support,” katanya.

Ke depan, lanjut dia, pemerintah harus merencanakan model rumah sakit kemitraan semacam itu di berbagai daerah, dengan menggandeng pihak swasta lain. Dengan demikian, Indonesia ke depan mendapatkan penguatan SDM dalam bidang kesehatan di berbagai daerah. (sp/b1)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA