Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ngambar Rukmi.

Ngambar Rukmi.

Penjelasan BNPB atas Video WNI dari Luar Negeri yang Mengaku 'Diperas' terkait Karantina Covid-19

Rabu, 24 Februari 2021 | 00:25 WIB
Ester Nuky ,Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sebuah video berdurasi 4 menit yang diunggah Ngambar Rukmi, WNI dari luar negeri yang mengaku 'diperas' terkait karantina Covid-19, viral. Video curhatan sepihak ini dinilai merupakan tudingan yang keji, yang menimbulkan stigma negatif yang merugikan petugas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Ada video komplain dari Ibu Ngambar. Saya menyesalkan, karena tanpa Beliau sadari, ada kalimat yang bisa berimplikasi delik. Beliau menuding petugas yang berhadapan dengannya melakukan ‘bisnis’. Bisa disimak videonya, saya kira itu eksplisit maupun implisit. Sebuah tudingan yang keji. Kami bekerja ibarat kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, menjaga masyarakat terlindung dari paparan wabah,” kata Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan dr Benget, M Epid, yang sehari-hari standby di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2) malam. 

Adanya kalimat yang memberi stigma buruk kepada Satgas Covid-19 diperkirakan karena Rukmi terbawa perasaan kesal atau perasaan jumawa sebagai WNI 'gedongan', sehingga membuat narasi dalam video yang dinilai begitu nyinyir, merasa paling benar, dan ada aroma arogansi.

Jika ada pepatah 'jarimu adalah harimaumu', hal itu bisa terjadi pada Ngambar, karena lewat tindakannya merekam video dengan kamera HP lalu dengan jarinya men-share ke ruang medsos, maka tersebarlah videonya dan merugikan petugas penanganan pandemi Covid-19. Setelah viral, ia pun tak bisa lagi mengendalikan liarnya guliran konten dalam dunia maya yang merugikan banyak orang.

Pasalnya, meski mungkin sebagian masuk ke ruang sampah di ponsel pengguna, tapi tidak sedikit yang bertangan gatal dan menyebarkannya kembali. Lebih celaka jika kemudian ada yang berpikiran julid dan menunggangi video itu untuk tujuan-tujuan yang lain. Persoalan pun kemudian dinilai menjadi bias, dari persoalan dispute positif dan negatif Covid-19 dan pelayanan transportasi, membesar menjadi persoalan sosial bahkan politik.

"Kami jadi kehilangan waktu, ini tidak produktif, banyak yang share ke saya, otomatis menjawab satu-satu, sambil melacak kebenarannya. Sialnya, orang yang men-share mempercayai itu tanpa memahami konteksnya secara utuh. Coba misalnya petugas kita masa bodoh saja, yang positif Covid-19 dibiarkan pulang ke rumah begitu saja, itu kan menulari keluarga yang rentan dan bisa saja terus wafat. Maka, dia (orang yang positif Covid-19) adalah pembunuh potensial," ujar Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah yang juga jurnalis.

Sebuah kebijakan atau peraturan, lanjut dia, pada galibnya berlaku general. Tidak ada pengecualian, sekalipun bagi seorang WNI yang bersuamikan orang Rusia (Ngambar Rukmi). 

“Hendaknya Ibu Ngambar menyadari, videonya sungguh melukai perasaan kami. Kalau saja beliau punya sedikit empati, tentu tidak akan tega membuat video dengan pernyataan yang sangat sumir. Tidak paham prosedur, serta tidak memperhatikan fakta dan data,” tandas dokter Benget.

Melalui koordinasi dengan Letkol Laut drg M Arifin sebagai Komandan Lapangan di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, lanjut dia, tergambar peta situasi sebenarnya yang terjadi. Bisa disimpulkan bahwa yang disampaikan Ngambar melalui video berdurasi 4 menit 38 detik itu adalah pembunuhan karakter bagi institusi Satgas Covid-19, terutama bagi para tenaga medis, nonmedis, dan relawan di lapangan.

Klarifikasi Wyhdham Hotel
Sementara itu, Hotel Wyndham Casablanca Jakarta memberi informasi telah menerima pesanan oleh Ngambar Rukmi atas nama suami, Maksim Fedorov, dan anak pertama Evgeny Maksimovich Fedorov, berkebangsaan Rusia, dengan kedatangan di Indonesia 16 – 21 Februari 2021. Atas reservasi tersebut, pihak Wyndham telah mengirimkan surat konfirmasi dengan melampirkan peraturan selama di Indonesia harus melakukan karantina dulu lima malam, yakni di hotel Wyhdham.

Pada tanggal kedatangan, 16 Februari 2021, pihak hotel menjemput mereka dengan armada Golden Bird Avanza B-2532-SRD. Tiba di hotel pukul 20.00 WIB untuk registrasi dan pembayaran, sebelum masuk kamar no 1202. Keesokan harinya, pukul 14.00 WIB dilakukan PCR test pertama oleh petugas lab dari PRVKP – Universitas Indonesia (UI). Tanggal 18 Februari 2021 pukul 17.40 WIB, hasil PCR keluar. Dari 24 yang saat itu juga melakukan tes, hanya satu yang positif, yaitu tes atas nama Ngambar Rukmi, nomor paspor X347110 dengan tanggal kelahiran 29 Oktober 1989.

Dr Benget juga menyodorkan surat pernyataan dari laboratorium PRVKP-UI tertanggal 23 Februari 2021, perihal “Keterangan Kebenaran Pemeriksaan Pemeriksaan RT-PCR Covid-19”. Surat itu ditandatangani penanggung jawab pemeriksaan, Dr dr Budiman Bela, Sp MK(K) dan diketahui supervisor pemeriksaan Fathurrohim, S Pd, M Biomed.

Surat keterangan itu menyebutkan, terkait berita yang beredar di media sosial mengenai hasil pemeriksaan RT-PCR Covid-19 atas nama Ngambar Rukmi dalam program repatriasi, yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur pemeriksaan RT-PCR Covid-19 dan berdasarkan pemeriksaan hasilnya yang bersangkutan benar "Positif". Test dilakukan di Hotel Wyhdham Casablanca tanggal 17 Februari 2021, dan hasilnya keluar tanggal 18 Februari 2021 dengan hasil "Positif (Ct: 31.03)".

Golden Bird bukan Taksi
Masalah lain, Ngambar sepertinya menyesalkan tidak dilayani ambulans dan memandang sepele layanan transportasi yang ia sebut 'hanya' taksi. Demi meluruskan isu yang dinilai begitu dibengkokkan, manajemen Blue Bird pun memberikan klarifikasi.

Ngambar Rukmi yang sebelumnya di Rusia diperkirakan kurang up-date peta pertaksian atau mobil rental di Jakarta, sehingga tidak paham tentang regulasi yang begitu ketat yang diberlakukan bagi para penyelenggara jasa sewa kendaraan termasuk armada taksi.

Manager Golden Bird Jakarta Widi Wiedanto pun membuat klarifikasi tertanggal 22 Februari 2021. Ia mengatakan, PT Blue Bird Group Tbk memiliki kerja sama dalam menyediakan moda transportasi dengan Hotel Wyndham Casablanca. Layanan yang disediakan meliputi: taksi (Blue Bird dan Silver Bird), serta rental (Golden Bird dan Big Bird). 

Hotel Wyndham Casablanca memilih layanan Golden Bird untuk mengantarkan tamu yang terindikasi positif Covid-19. Pemilihan layanan ini atas sepengetahuan tim KKP yang bertugas di hotel.

“Dalam layanan Golden Bird, kami menerapkan protokol kesehatan. Mobil selalu kami disinfektan sebelum dan sesudah pemakaian, pengemudi selalu menggunakan APD lengkap, dan menjaga jarak selama berkendara. Selain itu, kami memastikan bahwa pengemudi harus pulang pool setelah melayani tamu. Kami melakukan rapid test secara berkala kepada pengemudi,” ujar Widi dalam penjelasannya.

Protes Bukan Ambulans
Dalam videonya, Ngambar Rukmi juga mengisahkan perdebatan sengit di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Atas hal ini, Komandan Lapangan Letkol Laut drg M Arifin mengatakan, pihaknya sudah sangat kooperatif.

“Agar masyarakat menjadi maklum apa yang sesungguhnya terjadi, silakan baca kronologi yang disusun dokter Bara Kharisma. Kami terbiasa bekerja dengan SOP. Semua tercatat,” ujar “Kobra”, julukan Letkol Arifin.

Ia menjelaskan, tanggal 18 Februari 2021 pukul 22.00 WIB, Ngambar datang ke Wisma Atlet Tower 8 diantar mobil Avanza (Golden Bird) hitam yang disebut pasien sebagai “taksi sewaan hotel Wyhdham”. Arifin didampingi satu petugas hotel dan satu prajurit TNI mengenakan APD level 3.

Oleh dr Bara Kharisma, pasien diberi tahu ihwal mekanisme dan protokol isolasi selama di Tower 8, terutama untuk pasien kedatangan internasional. Sesuai KMK, pasien kedatangan internasional dengan hasil swab PCR test positif harus diisolasi selama 10 hari dan tidak dilakukan follow up PCR-test setelah masa isolasi selesai.

Pasien saat itu menolak melakukan isolasi. Dalihnya, status pasien sebelumnya sudah pernah dinyatakan positif di Rusia, sehingga ada kemungkinan Covid-19 residu. Ia juga memprotes karena ada teman satu rombongan yang tidak dikarantina di hotel, melainkan di rumah.

Ngambar  juga mempersoalkan, jika dirinya positif, mengapa dipindahkan ke tempat isolasi hanya menggunakan taksi dan bukan ambulans. Ia juga meminta swab PCR test pembanding malam itu juga di Wisma Atlet Pademangan. Akan tetapi, sesuai peraturan dan protokol, hal itu tidak bisa dilakukan. Petugas dari Wisma Atlet kemudian memberikan opsi untuk dipindahkan ke hotel isolasi dan dilakukan swab PCR test mandiri di hotel isolasi atas biaya sendiri.

Persoalan karena video yang terlanjut viral itu juga disesalkan kepala Satgas Covid-19. "Sejak pertama menonton, Beliau sama sekali tidak percaya. Tetapi standarnya, Beliau tetap meminta klarifikasi. Check and recheck ke para petugas di lapangan. Hasilnya, keyakinan beliau video itu ngawur, memang ngawur,” ujar Tenaga Ahli yang juga Staf Khusus Kepala BNPB Egy Massadiah.

Dalam pernyataan WNI bersuamikan WN Rusia tersebut dinilai terdapat kalimat yang menjurus ke delik. Namun, belum ada rencana BNPB melakukan langkah hukum terhadap Ngambar Rukmi. 

“Kami lihat nanti, setidak orang seperti ini wajib mendapat hukuman sosial karena sudah melukai perasaan anak-anak bangsa yang tengah berjibaku menahan laju pandemi,” ujar Egy. 

Satgas Covid-19 yang sudah 'jungkir balik' menangani pandemi, oleh sebagian kalangan, tiba-tiba menjadi dinilai nista dan terkutuk. Kerja tak mengenal waktu pun luluh-lantak akibat video tersebut, terlebih 'kaum nyinyir' cenderung percaya dan menjadikannya kebenaran.

Padahal, terkait penanganan Covid-19, petugas sudah berupaya agar tidak ada 'lubang yang  dibiarkan menganga', termasuk ketika pemerintah memutuskan membuka pintu bagi masuknya penerbangan asing. Sebelum “Hari-H”, Satgas Covid-19 sudah mengantisipasi melalui rapat koordinasi lintas sektoral secara maraton, salah satunya adalah rapat Selasa 29 Desember 2020 di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengecek detail pelaksanaan pengendalian Covid-19, pascadibukanya pintu bandara bagi penerbangan internasional. Mekanisme penjemputan, pengecekan, hingga proses karantina dijaga agar bisa mengendalikan penyebaran pandemi.

Namun, di sisi lain, gelombang masuk WNA dan WNI dari luar negeri besar. Mereka semua -- tanpa kecuali -- harus menjalani pengecekan ekstraketat. Kebijakan serupa tidak hanya di Indonesia, bahkan tidak sedikit negara yang hingga hari ini masih menutup pintu bandaranya bagi kedatangan warga asing.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, sejak 17 Maret 2020 hingga 19 Februari 2021, tercatat 574.665 orang yang masuk dari luar negeri. Mereka terdiri atas WNI dan WNA, dengan yang masuk terbanyak melalui Bandara Soekarno-Hatta, 304.437 orang. Berikutnya Pontianak (75.856 orang), Medan (58.952 orang), dan Juanda Surabaya (31.625 orang). 

Dari jumlah itu, yang tercatat positif Covid-19 sebanyak 3.219 orang. Terbesar masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 2.265, disusul Juanda Surabaya 618 orang dan Denpasar 297 orang. Artinya, risiko “pendatang” dari luar negeri membawa virus corona itu nyata.

“Khusus catatan sejak tanggal 28 Desember 2020 hingga hari ini (23/2/2021) terdapat 1.345 orang positif Covid-19. Dari jumlah itu, WNI-nya 1.210 orang dan WNA-nya 135 orang,” ujar dr Benget Saragih.

Dengan kini persoalan yang penting adalah vaksinasi dan penanganan pandemi Covid-19, dinilai akan menjadi semacam antiklimaks ketika mendadak ada seorang warga Indonesia yang bersuamikan pria Rusia mem-posting video curhat secara sepihak yang mengganggu kepercayaan terhadap petugas. Sebuah video yang sembarangan bisa membuat ambyar tatanan serta kepercayaan publik, dan secara tidak langsung Ngambar Rukmi dinilai sudah melecehkan bangsanya sendiri yang tengah berjibaku menahan pandemi. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN