Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/IST

Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/IST

Presiden Minta NU Tangkal Fitnah dan Hoaks

B1, Kamis, 28 Februari 2019 | 07:01 WIB

BANJAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat dan jama’ah Nahdlatul Ulama (NU) untuk menangkal hoaks dan fitnah yang kerap tersebar di masyarakat.

“Saya titip ini harus betulbetul direspon dengan baik oleh NU. Terutama kalau ada fitnah-fitnah, isu-isu yang sudah dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah,” kata Presiden dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat pada Rabu (27/2).

Menurut Presiden, masyarakat perlu mencegah kabar bohong yang meresahkan dan mengancam persatuan. Presiden mengungkap sejumlah fitnah yang tersebar antara lain mengenai kabar bohong bahwa pemerintah akan melarang adzan hingga kepada pelegalan perkawinan sejenis.

Kepala Negara menjelaskan masyarakat harus menangkal kabar bohong agar tidak meluas. “Kalau yang percaya 20-30 (orang) kita diamkan nggak apa-apa. Kalau sudah jutaan (orang) harus kita jelaskan. Kepada santri-santri kita, kepada lingkungan-lingkungan kita,” ujar Presiden.

Presiden juga menjelaskan Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang terdepan dalam mencegah pihak yang hendak mengganti ideologi negara, Pancasila. Presiden telah membuka Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar yang diikuti oleh ribuan jama’ah NU.

Munas-Konbes NU yang digelar hingga 1 Maret 2019 diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai

dari berbagai pesantren.

Sebagai pelaksanaan dari mandate keagamaan dan kebangsaan, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 menyoroti sejumlah persoalan strategis, antara lain RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, bahaya sampah plastik, niaga perkapalan, MLM, sel punca, politisasi agama, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang menyebabkan sumur warga kering, dan lain-lain.

Tantangan NU

Sementara itu, Muntasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma’ruf Amin menyampaikan tantangan NU di masa mendatang, tepatnya 100 tahun ke depan, adalah meng-NUkan dunia. Artinya, bagaimana paham NU itu digunakan di seluruh dunia. Apalagi, organisasi NU sudah terkenal di luar negeri bahkan memiliki perwakilan NU di sejumlah negara.

“Sekarang tinggal gimana meng-NU-kan dunia, itu tantangan jadi tidak hanya dikenal saja. Harapan 100 tahun kedua enggak cuma dikenal dunia tapi meng-NU-kan dunia,” kata Kiai Ma’ruf Amin dalam sambutan di hadapan ribuan kader NU saat menghadiri Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Rabu (27/2).

Menurut Kiai Ma’ruf Amin yang juga calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 itu, wajar bila NU menargetkan perluasaan organisasi dan paham ke kancah global karena sudah menjadi organisasi terbesar se- Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN