Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi

Waspadai Bahaya 3 Varian Baru Virus Covid-19

Selasa, 4 Mei 2021 | 23:07 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat mewaspadai tingkat  bahaya 3 varian baru virus Corona yakni B117 dari Inggris, varian B1351 dari Afrika Selatan, serta varian B1617 dari India yang sudah masuk ke Indonesia.

Menurutnya usai dilakukan pemeriksaan genome sequencing, diketahui tiga varian tersebut berbahaya dan telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan untuk mewaspadai varian baru virus Corona ini.  

“Jadi, kalau kita melihat B117 dan B1351 adalah varian yang disebutkan WHO variant of concern atau perhatian khusus. Ini harus menjadi perhatian, karena WHO sendiri sudah mengatakan bahwa varian ini harus diwaspadai karena memiliki beberapa karakteristik,” kata dia saat konferensi pers virtual bertajuk 'Update Whole Genome Sequencing' yang digelar Kemkes pada Selasa (4/5/2021).

Varian B117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36-75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.

Varian B117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium. Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa Covid -19.

"Virus varian baru ini menyebabkan pasien Covid-19 mengalami perburukan gejala yang lebih cepat. Seseorang yang terinfeksi dari yang gejala ringan kemudian dalam waktu singkat menjadi berat dan bahkan berujung kepada kematian,” ungkap dr Siti Nadia.

Lebih lanjut, untuk varian B1351 yang berasal dari Afrika Selatan juga diduga menyebabkan penurunan efikasi dari vaksinasi.

“Ada dugaan penurunan efikasi itu terjadi. Akan tetapi, vaksinnya tetap dapat memberikan dampak positif dari penanganan Covid-19,” ujarnya.  

Sementara itu untuk varian B1617 sampai saat ini masih digolongkan sebagai variant of interest (VoI).

“Tentunya, kalau VoI ini ada beberapa varian yang masuk ke dalam kategori ini setidaknya ada 6-7 varian yang menjadi perhatian. Artinya, kalau kita menemukan varian B1617 apakah varian ini akan berkontribusi sama seperti varian-varian lainnya,” kata dr Siti Nadia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN