Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi sisa-sisa makanan yang terbuang. ( Foto: AFP )

Ilustrasi sisa-sisa makanan yang terbuang. ( Foto: AFP )

Satu Orang Indonesia Membuang Makanan 0,5 Kg Per Hari

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:44 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Satu orang Indonesia ternyata membuang makanan sebanyak 0,5 kg per hari atau 184 kg per tahun. Apabila dikalikan dengan jumlah seluruh penduduk Indonesia, jumlah tersebut dapat memberi makan 125 juta orang kelaparan.

“Satu orang Indonesia membuang makan 0,5 kg per hari. Masa iya sebanyak itu kita buang makanan sehari? Kami coba cek dan membuat kajian dengan survei, penelitian, ternyata betul. Kami hitung ternyata dari tahun 2000-2019 terjadi peningkatan tren membuang makanan, dari 150 kg menjadi 184 kg per orang/tahun,” ungkap Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas, Dr Ir Medrilzam, MPE dalam diskusi dengan media bertema Indonesia Mubazir Pangan, Kok Bisa?, Selasa, 12 Oktober 2021, yang digelar oleh Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas, Sekretariat Rendah Karbon Indonesia/LCDI, dan Mitra Pembangunan Nasional & Internasional dalam rangkaian acara LCDI Week 2021.

Angka 184 kg per orang/tahun itu, ungkap Medrilzam, bukan hanya makanan yang tak habis dimakan lalu dibuang atau disebut food waste. Namun juga termasuk perhitungan food loss and waste dari sisi produksi.

“Yang menarik, ada pergeseran angka food waste dan food loss. Persentase food waste belakangan meningkat menjadi 55%. Jadi kemungkinan proses produksi menjadi lebh efisien, tapi perilaku kita buang-buang makanan tidak berkurang,” ujar Medrilzam.

“Hal ini secara ekonomi jelas merugikan sekali, bisa 4-5% PDB kita. Dan, yang terbuang dan loss itu setara feeding 125 juta orang yang kekurangan makanan atau kelaparan, termasuk juga anak stunting,” papar Medrilzam.

Dikaitkan degan emisi karbon, food waste ini, ungkap Medrilzam hampir mencapai 1,7 juta ton atau 7,3% dari total emisi per tahun. “Jelas ini sangat merugikan dan jadi alarm buat kita bahwa masalah food waste ini penting sekali,” tegas Medrilzam.

Perilaku Berlebihan

Sementara itu, Annisa Ratna Putri, team leader Kajian Food Loss & Waste, Easte4Change, melakukan kajian seberapa besar food waste skala nasional. “Dari kajian yang kami lakukan, di Jawa Barat 49,74% sampah adalah makanan, di Jawa Tengah 45,79% sampah juga berasal dari jenis makanan, sedangkan di Bali rendah, yaitu hanya 27,71 sampah makanan,” papar Annisa.

Apa penyebabnya? Yang jelas perilaku tidak menghargai makanan menjadi biang keladinya sehingga makanan terbuang percuma alias mubazir. “Penyebabnya, ada lima,” kata Annisa.

Pertama, masyarakat kurang baik memperlakukan makanan ketika didistribusikan. Kedua, masalah ruang penyimpanan. Misal di rumah tangga kurang memahami bagaimana menyimpan makanan agar tahan lama di kulkas. Ketiga, preferensi konsumen pada makanan yang tak biasa sehingga makanan tak terjual dan akhirnya terbuang. Keempat, kelebihan porsi dan perilaku konsumen.

“Ini harus dievaluasi, kalau tidak bisa menghabiskan makanan, jangan masak atau pesan makanan terlalu banyak. Terapkan konsep agama bahwa jangan sia-siakan makanan karena mubazir,” tegas Annisa.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN