Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Dr. dr. Lanny C. Gultom, Sp.A(K)  menyarabkan para orang tua untuk sadar akan status pertumbuhan dan nutrisi anak.

Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Dr. dr. Lanny C. Gultom, Sp.A(K) menyarabkan para orang tua untuk sadar akan status pertumbuhan dan nutrisi anak.

Pesan bagi Para Orang Tua, Pantau Tinggi dan Berat Badan Anak Secara Berkala

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:07 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pengukuran tinggi dan berat badan anak secara berkala tidak bisa disepelekan. Terutama di masa pandemi ini. Sebab, melalui pengukuran tersebut status pertumbuhan dan nutrisi anak akan terus terpantau.

Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Dr. dr. Lanny C. Gultom, Sp.A(K) mengatakan kekurangan nutrisi dapat terjadi di semua anak, bagaimanapun kondisi sosioekonomi dan geografi mereka. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk sadar akan status pertumbuhan dan nutrisi anak mereka. “Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala,” ungkapnya di sela virtual media briefing Abbott, belum lama ini.

Namun, lanjut dia, situasi pandemi saat ini juga telah membuat pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala di fasilitas kesehatan lebih terbatas bagi para orang tua. Jika tidak dipantau anak-anak berpotensi mengalami undernutrition atau kekurangan nutrisi. Mengingat kekurangan gizi adalah masalah umum secara global yang dapat memberi dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Termasuk di Indonesia di mana lebih dari 1 dari setiap 4 anak mengalami stunting akibat kekurangan nutrisi.

Menurut dr Lanny, kekurangan nutrisi meliputi berbagai permasalahan dalam pertumbuhan anak seperti berat badan kurang atau underweight, tengkes atau stunting, wasting atau berat badan rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan, serta defisiensi mikronutrisi. Jika tidak segera ditangani pada usia dini, kondisi ini dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki. “Oleh sebab itu, intervensi pada rentang usia dini harus segera dilakukan untuk mencegah pertumbuhan yang terhambat, daya tahan tubuh yang rendah, dan perkembangan kognitif yang tidak optimal di masa depan,” paparnya.

Oleh sebab itu, lanjut dr Lanny, butuh dukungan secara konsisten dalam hal pemenuhan nutrisi anak. Tidak seperti anggapan pada umumnya, pengaruh genetika terhadap tinggi badan mulai dari bayi hingga usia balita sangat kecil. Nutrisi dan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olahraga berperan jauh lebih besar

Sementara itu, Presiden Direktur PT Abbott Products Indonesia, Angelico Escobar menambahkan nutrisi adalah pondasi penting bagi kualitas hidup yang baik di masa depan. Oleh sebab itu, Abbott berkomitmen untuk senantiasa berusaha mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan menyediakan nutrisi yang berbasis ilmiah. Dengan bangga kami wujudkan komitmen ini melalui PediaSure New Formula dengan Arginin dan Vitamin K2, inovasi terbaru kami untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak, serta solusi bagi permasalahan pertumbuhan di Indonesia,” tutupnya. (iin)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN