Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Sumber: BSTV.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Sumber: BSTV.

Cegah Hepatitis Misterius, Ini Pola Hidup Bersih 5M yang Disarankan

Sabtu, 14 Mei 2022 | 20:23 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mengajak masyarakat meningkatkan pola hidup bersih melalui protokol kesehatan (prokes) 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan untuk mencegah hepatitis akut.

Dicky menuturkan, meski penyebab penularan hepatitis misterius hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam tahap  investigasi.Namun,  Dicky meyakini hal tersebut berkaitan dengan pandemi Covid-19.

“Sembari menunggu kepastian sumber  penularan secara pasti  kita sebenarnya sudah punya modal untuk melakukan mitigasi dan pencegahan  secara tetap. Pengendalian pandemi harus dilakukan upaya hidup bersih dengan 5M termasuk vaksinasi dan perilaku hidup sehat,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (14/5/2022).

Dicky menuturkan pola hidup bersih dengan upaya prokes 5M  seharusnya tetap dipertahankan dan ditingkatkan meski pandemi telah melandai ataupun berakhir guna mencegah kasus-kasus wabah berikutnya seperti hepatitis misterius yang terjadi saat ini.

Menurut Dicky, pengendalian pandemi serta respons komunikasi  hingga deteksi kasus untuk koordinasi  jauh lebih baik. Untuk itu, semua pihak lanjut Dicky harus mengedepankan sikap kewaspadaan dan kehati-hatian pada situasi saat ini.

Dikatakannya, Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan disparitas masih tinggi dan respons pengendalian kasus antardaerah memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Selain itu, level provinsi juga harus membantu kabupaten/kota.

Menurutnya, adanya kematian dengan dugaan kasus hepatitis misterius ini mendorong sikap proaktif dari semua pihak untuk merespons situasi pandemi dengan memperkuat program kesehatan. Pasalnya, hepatitis akut memberikan pesan penting dampak dari pandemi Covid-19.  

Adapun dugaan  keterkaitan hepatitis misterius dengan pandemi Covid-19, menurut Dicky karena kasus hepatitis misterius ini menyerang usia anak. Bahkan,  jumlah kasus hepatitis misterius terbanyak usia di bawah 6 tahun. Usia tersebut merupakan  kelompok yang belum mendapat vaksinasi Covid-19 dan merupakan kelompok rawan.

“Penyebab pastinya  belum dikonfirmasi karena masih dilakukan riset. Tapi sejak  awal hipotesis saya ini bagian dari pandemi Covid-19 itu. Ini salah satu bentuk  dari long Covid-19 sehingga tidak menunggu bertahun-tahun,” ujarnya. 

Dicky menuturkan, hipotesanya tersebut didukung oleh studi dilakukan oleh Israel menyebutkan 90% anak terkena hepatitis misterius merupakan anak terinfeksi Covid-19 satu tahun terakhir. Selain itu, kasus  hepatitis misterius tertinggi juga  menimpa usia di bawah  5 tahun. Mereka merupakan kelompok  belum   divaksinasi Covid-19.

“Kasus pada orang dewasa  sedikit  atau jarang  ditemukan. Ini memperkuat  hipotesis bahwa proteksi dari vaksinasi itu juga  sebagaimana beberapa riset  menunjukkan  mengurangi potensi long Covid-19,” pungkasnya. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN