Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Sumber: BSTV.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Sumber: BSTV.

Epidemiolog Dukung Usulan IDI Minta Pemerintah Kaji Kebijakan Bebas Masker

Kamis, 23 Juni 2022 | 04:47 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mendukung usulan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah untuk mengkaji kembali kebijakan bebas masker di tempat umum.

“Kebijakan bebas masker di tempat terbuka terlalu cepat karena situasi Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Di Dalam Stasiun dan Kereta Api, Pelanggan Masih Wajib Pakai Masker

Menurut Dicky, situasi Covid-19 di Indonesia hanya terkendali di beberapa wilayah. Namun, hal tersebut masih dapat berubah karena saat ini masih pandemi, sehingga dinamis. Apalagi saat ini, secara global belum dapat melewati fase akut keadaan darurat atau masih rawan dari pandemi, yaitu belum 70% dari penduduk dunia mendapatkan vaksinasi dosis primer atau dosis 1 dan 2.

Lebih lanjut, Dicky menyebutkan situasi ini diperparah dengan adanya subvarian BA.4 dan BA.5, sehingga penerapan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker sangat penting.

Dikatakannya, memakai masker ini bukan hanya melindungi diri dari Covid-19, tetapi potensi penyakit lain yang ditularkan melalui udara seperti flu, cacar monyet maupun cacar air, tuberkulosis (TBC) dan penyakit menular lainnya.

Baca juga: Masker Kesehatan Masih Diburu dan Laris di Tokopedia

Selain itu, memakai masker, kata Dicky melindungi dari polusi udara yang tidak sehat. Apalagi kualitas udara saat ini menjadi isu penting. Menurutnya, selama kualitas udara masih belum dapat diperbaiki secara signifikan, maka sebaiknya tetap menggunakan masker di ruang terbuka serta dikombinasikan dengan akselerasi vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Sebelumnya, PB IDI meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan buka masker di tempat umum menyusul kasus Covid-19 yang terus meningkat. Pasalnya, ada ancaman penyakit lainnya di musim pancaroba ini seperti demam berdarah dengue, cacar monyet, hepatitis akut, serta sejumlah penyakit lainnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN