Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Negara-negara yang melaporkan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi pada manusia 1970 - 2021. (Sumber: who.int)

Negara-negara yang melaporkan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi pada manusia 1970 - 2021. (Sumber: who.int)

IDI: Virus Cacar Monyet 50% Menyerang Wajah

Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:18 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Ketua Satgas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Hanny Nilasari mengatakan terinfeksi cacar monyet ini umumnya  lebih 50%  menyerang wajah. Kemudian diikuti kelainan pada bagian tubuh lainya. misalnya  di lengan, perut,   badan, punggung dan lain sebagainya.

Selain wajah,  Hanny menuturkan, cacar monyet ini juga menyerang telapak tangan. “Ada kemungkinan cacar monyet menyerang telapak tangan, sekitar mata, mulut  dan sekitar  anus atau area  yang lain,” kata Hanny pada acara konferensi pers daring terkait “ Monkeypox atau Cacar monyet” pada Jumat, (5/8/2022).

Advertisement

Oleh karena itu, Hanny menuturkan masih ada kemungkinan cacar monyet menyerang ada di lokasi tertentu. Namun, jika pasiennya  memiliki imunitas baik biasanya lebih cepat membaik. Artinya,  kelainannya bisa lokal, namun jika kondisi  imunokompromais atau defisiensi  imun tubuh maka kondisinya akan  berat.

Pasien dengan kondisi imunokompromais ini juga berpotensi mengalami infeksi lebih dari sekali.

Hanny menjelaskan apabila seseorang terkena infeksi cacar monyet, tentu akan membentuk sesuatu  antibodi untuk melindungi  tubuh sehingga  terlindungi  terhadap penyakit tersebut dalam masa waktu tertentu. Namun, situasi ini tidak berlaku untuk vaksin pasien yang memiliki imunokompromais atau defisiensi  imun tubuh, yang bisa mengalami reinfeksi berkali-kali.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN