Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin

IDI Rekomendasikan Jurus Mencegah Penyebaran Masif Virus Cacar Monyet

Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:08 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ketua Satgas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Hanny Nilasari mengatakan, IDI telah mengeluarkan rekomendasi untuk mencegah penyakit cacar monyet atau monkeypox menyebar seperti Covid-19 di Tanah Air. Rekomendasi yang dikeluarkan pada 2 Agustus 2022 ini  ditujukan kepada  pemerintah, tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat.

“Kami melalui organisasi profesi mengajak  segera melaporkan  ke Dinas Kesehatan apabila terdapat atau menemukan  kasus-kasus yang terduga. Jadi kasus tidak terkonfirmasi, tetapi hanya terduga saja,  kita minta teman sejawat di daerah  dan Jakarta  melaporkan ke Dinas Kesehatan,” ujar Hanny pada acara konferensi pers daring terkait “ Monkeypox atau Cacar monyet” pada Jumat, (5/8/2022).

Advertisement

Hanny juga menuturkan, IDI berkolaborasi dengan  enam organisasi profesi kesehatan lainnya untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan  seluruh dokter-dokter  dan nakes lainnya di seluruh Indonesia untuk peningkatan kewaspadaan  terhadap  gejala klinis cacar monyet.

Selain itu, IDI juga melakukan publikasi edukasi untuk meningkatkan kesadaran semua pihak. Hanny juga menuturkan IDI mendukung dilakukan kontak tracing atau pelacakan  apabila  ada kasus  yang diduga  suspek cacar monyet.  “Ini untuk menurunkan risiko penyebaran infeksi,” ujarnya.

Selanjutnya, Hanny juga menuturkan, seluruh nakes  untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap  ketika menangani pasien yang terinfeksi  cacar monyet. “IDI di beberapa wilayah juga sudah melakukan edukasi kepada PMI dan juga puskesmas-puskesmas terkait dengan saat ini  banyak  jemaah haji yang baru pulang,” ucapnya.

Hanny menuturkan, edukasi bagi Palang Merah Indonesia (PMI), yakni sebelum melakukan tindakan  pengambilan darah untuk donor, harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu  terkait kelainan kulit  atau  kelainan sistemik seperti demam dan lainnya, sehingga  temuan kasus lebih cepat ditangani.

Agar masyarakat tidak panik dengan temuan suspek cacar monyet, IDI membuat media edukasi seputar cacar monyet untuk meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap gejala klinis cacar monyet.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN