Menu
Sign in
@ Contact
Search
Botol Sodium Chloride untuk pengenceran vaksin Covid-19 terlihat dalam persiapan vaksinasi pada hari pembukaan pusat vaksinasi Covid-19 skala besar di gedung parkir Cal Poly Pomona University di Pomona, California pada 5 Februari 2021. (FOTO: Frederic J. BROWN / AFP)

Botol Sodium Chloride untuk pengenceran vaksin Covid-19 terlihat dalam persiapan vaksinasi pada hari pembukaan pusat vaksinasi Covid-19 skala besar di gedung parkir Cal Poly Pomona University di Pomona, California pada 5 Februari 2021. (FOTO: Frederic J. BROWN / AFP)

Vaksin Booster Kedua untuk Masyarakat Umum Tunggu Rekomendasi WHO

Kamis, 24 November 2022 | 13:46 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Vaksin Covid-19 booster kedua untuk kelompok lanjut usia (lansia) telah dilakukan. Sementara terkait vaksin Covid-19 booster kedua untuk masyarakat umum masih nunggu rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) dan para pakar kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi.  Pasalnya, hingga saat ini vaksinasi Covid-19 booster pertama untuk masyarakat umum masih 65,6 juta atau 35%.

Baca juga: Disuntik Vaksin Booster Kedua, Jokowi Ajak Masyarakat Segera Booster

“Tunggu rekomendasi WHO dan para ahli untuk vaksinasi booster kedua bagi masyarakat umum, karena vaksinasi booster pertama baru 65,6 juta atau 35%,” ujar Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (24/11/2022).

Sebagaimana diketahui, terhitung sebagai kelompok lansia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 booster kedua dengan menggunakan Indovac di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022).

Pada kesempatan itu, Jokowi secara khusus mengajak masyarakat Indonesia, utamanya tenaga kesehatan (nakes), kelompok lansia, dan orang-orang yang interaksinya tinggi antarmasyarakat untuk melakukan vaksinasi booster kedua.

Baca juga: Rendahnya Vaksinasi Booster Lansia Alasan Kematian Akibat Covid-19 di Beijing

“Kenapa kita memerlukan booster? Agar imunitas kita terjaga dan dapat memutus penularan Covid-19 dari orang ke orang, ini yang paling penting,” kata Presiden Jokowi seusai melakukan vaksinasi booster Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor.

Sampai saat ini, suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama telah menyuntikkan 205 juta dosis, dosis kedua 172 juta dosis, vaksin booster pertama telah disuntikkan 66 juta dosis, dan untuk booster yang kedua memang masih kecil sekali, masih 730.000 dosis vaksin.

Baca juga: KLB Polio, DPR Ingatkan Percepat Vaksinasi Dasar Anak

“Vaksin yang dipakai pada pagi hari ini yaitu vaksin Indovac, produk 100% dalam negeri,” kata Presiden Jokowi.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju hadir pada kegiatan itu, di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama pada 13 Januari 2021. Vaksin yang diterima Presiden saat itu adalah Sinovac. Kemudian, vaksinasi Covid-19 dosis kedua diterima Presiden Jokowi, pada 27 Januari 2021.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com