Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT di sela-sela acara pembukaan MEdical ASEAN (MASEAN) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Desember 2022.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT di sela-sela acara pembukaan MEdical ASEAN (MASEAN) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Desember 2022.

Kasus Polio di Aceh, Pelajaran Berharga Tentang Pentingnya Vaksinasi

Sabtu, 3 Des 2022 | 14:34 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kisah tiga anak yang terdeteksi terjangkit virus polio di Aceh hendaknya jadi pelajaran berharga tentang pentingnya vaksinasi. Peran dan kesadaran orang tua mutlak diperlukan, agar kelak anak tidak menjadi korban kealpaan.  

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT menegaskan, kejadian di Aceh harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.  IDI berjanji terus mendukung pemerintah untuk melakukan vaksinasi polio sejak dini.

Kemenkes Temukan Tiga Anak Positif Virus Polio Tanpa Gejala di Pidie

"Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa salah langkah preventif terhadap penyakit menular adalah vaksin. Ini kita harus support pemerintah yang melakukan vaksinasi," ujar Adib di sela-sela acara pembukaan MEdical ASEAN (MASEAN) di Ruang Sumba C, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022).

Advertisement

Selain itu, kata Adib, pihaknya bersama pemerintah akan terus melakukan edukasi kepasa masyarakat akan penting vaksinasi. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak kelompok masyarakat yang anti vaksin.

"Kita memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat karena masih ada kelompok-kelompok anti vaksin. Dari kasus Covid-19 saja, seharusnya masyarakat semakin paham tentang pentingnya vaksinasi ini," tandas Adib.

Indonesia KLB Polio, Cakupan Imunisasi Rutin dan Polio Segera Ditingkatkan

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengungkapkan bahwa ketiga anak yang terdeteksi ada virus polio tidak termasuk kategori kasus polio. Pasalnya, tidak memenuhi kriteria adanya lumpuh layuh mendadak.

ketiga anak tersebut juga tercatat tidak melengkapi vaksinasi polio, utamanya vaksin inactive polio vaccine/IPV. Sebanyak dua orang anak di antaranya baru mendapat Oral Polio Vaccine/OPV. Sedangkan satu anak sisanya tidak pernah mendapat vaksinasi polio hingga saat ini berusia 5 tahun.

Syahril mengingatkan bahwa, penyakit Polio sangat berbahaya bagi anak karena dampaknya permanen seumur hidup, yakni menyebabkan kelumpuhan yang belum ada obatnya. Menurut dia, kondisi itu dapat dicegah dengan melalui imunisasi polio lengkap baik imunisasi tetes bOPV dan imunisasi suntik IPV.

“Oleh karena itu, kita harus lindungi masa depan anak anak kita dengan berikan vaksinasi imunisasi polio lengkap," pungkas Syahril. (YUS)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com