Kepala BPOM, Penny K Lukito saat menyampaikan proses pengawasan obat dan makanan yang dilakukan BPOM di acara Expo Sistem Pengawasan Produk Life Cycle Obat dan Makanan.

Kepala BPOM, Penny K Lukito saat menyampaikan proses pengawasan obat dan makanan yang dilakukan BPOM di acara Expo Sistem Pengawasan Produk Life Cycle Obat dan Makanan.

Influencer Sosialisasikan "Cek KLIK" Sebelum Konsumsi Pangan, Apa Itu?

Kamis, 19 Jan 2023 | 21:58 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, menyampaikan proses pengawasan obat dan makanan yang dilakukan BPOM, dari hulu hingga hilir untuk menjamin keamanan serta mutu obat dan makanan. Misalnya ketika produk obat sedang melakukan penelitian, BPOM hadir untuk mendampingi. “Agar aman digunakan untuk masyarakat,”

Pemaparan tersebut disampaikan Penny pada acara Open House: Expo Sistem Pengawasan Produk Life Cycle Obat dan Makanan. Kegiatan ini juga dihadiri influencer Thoriq Halilintar dan Fujianti Utami.

Lebih jauh dikatakan, setelah dinyatakan aman dan berkhasiat serta bermutu, obat tersebut bisa diproduksi. ‘’Dalam rangkaian ini BPOM juga terlibat. Misal untuk melihat fasilitas produksinya higienis atau tidak. Industri juga harus memiliki sertifikat yang menyatakan produksinya layak,’’ urai Penny di acara yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini.

Untuk industri farmasi harus memiliki sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Sedangkan industri kosmestik harus mengantongi sertifikat cara pembuatan kosmetika yang baik (CPKB) serta bagi industri obat tradisional harus punya cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Selanjutnya, BPOM juga mengeluarkan nomor izin edar bagi produk yang akan dipasarkan. Nomor ini diberikan ketika syarat aman, bermutu, dan berkhasiat ini dapat dipenuhi.

Advertisement

Dikatakan, BPOM juga masih melakukan pengawasan hingga ke pasar. Misalnya untuk pangan. Setiap menjelang hari raya keagamaan, BPOM akan mengintensifkan pengawasan. Sebab di saat-saat itu, permintaan akan panganan makin banyak. Seperti pada menjelang momen Natal dan tahun baru lalu, BPOM menemukan 66.113 produk makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentuan (TMK).

“Tugas BPOM ini sangat luas dan strategis, keberadan BPOM tidak semata untuk melindungi masyarakat dari produk obat dan pangan yang merugikan,’’ urainya. Untuk itu Penny meminta semua pihak, tak terkecuali influencer maupun public figure agar bisa mengajak masyarakat untuk memilih makanan dan obat yang sudah terdaftar di BPOM.

Adapun Thoriq dan Fuji mengakui pentingnya pengawasan obat dan makanan. ”Jangan cuma percaya “katanya”, harus cek keamanannya di BPOM,” kata Thoriq. Setidaknya melihat ada nomor BPOM di kemasan.

Thoriq juga menyarankan agar konsumen memastikan produk aman dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa). Setiap membeli makanan dan obat harus dilihat apakah kemasannya masih bagus, memilik informasi produk pada label, punya izin edar, dan cek masa kadaluarsa. “Harus sering dilakukan edukasi seperti ini,” ujar Thoriq.

Pada kesempatan yang sama, Fuji mengatakan sering mendapatkan endorse produk obat dan makanan. Setelah mengetahui manfaat dari cek KLIK, Fuji merasa bertanggungjawab untuk memberikan informasi produk aman kepada followernya. “Sebagai influencer kami sering mempromosikan produk dan kini harus benar-benar dicek apakah sudah registrasi di BPOM belum. Kita harus promosikan produk yang aman,” tuturnya.

Open House 

Untuk mewujudkan pangan dan obat agar aman dikonsumsi, BPOM menjalankan perannya lewat empat deputi. Saat open house yang diselenggarakan pada 12 hingga 13 Januari 2023, seluruh kedeputian pamer kemampuan. Ratusan siswa SMA di Jakarta dan mahasiswa diundang. Termasuk public figure seperti Thoriq Halilintar, Fuji, dan Dona Agnesia.

Di Kedeputian Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif memperlihatkan bagaimana bentuk pengawasan BPOM dari hulu hingga hilir. Di sini, industri farmasi diajak untuk menunjukkan bagaimana produk farmasi diproduksi. Salah satu yang terlibat adalah Bio Farma. Produsen vaksin plat merah ini menunjukkan life cycle atau tahapan produk vaksin. Tidak hanya dijelaskan lewat pamflet atau pidato, tapi melalui video.

Lalu di Kedeputian Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik pengunjung diajak untuk cerdas memilih. Bahan yang dilarang seperti bahan kimia obat (BKO), sertifikat CPKB dan CPOT, serta melibatkan industri terkait. Industri yang diundang ada Sidomuncul, Acaraki, dan PT Paragon Technology and Innovation.

Di Kedeputian II ini, pengunjung melihat langsung produk unggulan masing-masing industri. Di booth Sidomuncul misalnya. Pengunjung bisa melihat rempah yang masih mentah dan bagaimana mesin di pabrik mengolahnya. Ada satu mesin yang merepresentasikan pembuatan jamu dibawa. Sementara PT Paragon memperlihatkan bagaimana pembuatan lipstick dan di booth Acaraki, pengunjung diajak menikmati jamu yang disajikan dengan alat yang awam digunakan untuk menyeduh kopi.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk, Irwan Hidayat, meminta BPOM harus menyosialisasikan apa yang sudah dikerjakan agar mendapat kepercayaan publik lebih luas. Secara tidak langsung, ini juga bisa membawa dampak baik bagi industri karena juga turut dipercaya karena sudah diawasi publik. ”Saya sebagai pengusaha justru senang kalau BPOM mengawasi industri secara serius. Artinya produk kami betul-betul aman,” katanya.

Selanjutnya di Kedeputian Bidang Pengawasan Pangan Olahan, pengunjung melihat bagaimana bahan mentah, pengolahan, hingga yang sudah diolah. Direktur Registrasi Pangan Olahan Ema Setyawati mengatakan kedeputiannya ingin mengajak pengunjung merasakan langsung aktivitas di industri pangan olahan. Ada mesin pabrik yang bersekala kecil yang turut diboyong. Bahkan mereka juga menggunakan virtual reality untuk memperlihatkan kondisi di dalam pabrik kepada pengunjung. ”Pengunjungnya ini kebanyakan siswa kelas XI SMA. Dengan ini mereka memiliki pengalaman langsung meski sekala kecil. Mudah-mudahan nanti menginspirasi mereka untuk memilih profesi di dunia kerja,” kata Ema.

Pengunjung juga melihat bagaimana Kedeputian Bidang Penindakan bekerja. Kedeputian ini bertugas menelusuri jika ada industri nakal atau distributor yang memasarkan produk-produk yang tidak sesuai ketentuan. Jika kedeputian lainnya memamerkan industri yang digandeng, Kedeputian IV ini memperlihatkan barang-barang hasil sitaan. Bahkan ada pistol yang digunakan untuk mereka bertugas pun dipamerkan.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com