Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernu DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Puncak Hari Pers Nasional 2021, Selasa (9/2/2021). Sumber: BSTV

Gubernu DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Puncak Hari Pers Nasional 2021, Selasa (9/2/2021). Sumber: BSTV

Anies Sebut Hanya 0,013% Warga DKI Sudah Divaksin Meninggal Akibat Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 00:29 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan vaksin Covid-19 sangat efektif dalam mengurangi keterparahan dan kematian akibat Covid-19. Hal ini, kata Anies, berdasarkan data-data klinis yang diperoleh dari sekitar 4,5 juta warga KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin Covid-19 dosis 1.

Dari data tersebut, tutur Anies, hanya 0,013 persen orang yang sudah divaksin, meninggal dunia akibat Covid-19. Angka ini setara dengan 546 orang yang sudah divaksin dosis 1.

“Dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk,” ujar Anies dalam Youtube yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (13/7/2021).

Jika dilihat data tersebut, kata Anies, yang sudah divaksin tersebut case fatality rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3 dibandingkan mereka yang belum vaksin.

“Artinya, temuan riset medis kita tahu, dan data di Jakarta, tadi sudah saya paparkan, menunjukkan bahwa mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin,” tandas Anies.

Salain itu, tutur Anies, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin, hanya 2,3 persen yang tetap terinfeksi Covid-19. Angka ini setara dengan 96.600 orang.

“Angkanya kecil sekali dan sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3% itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan,” tutur dia.

Namun, Anies mengingatkan masyarakat Jakarta untuk tidak salah mengartikan dan menganggap kematian sekadar angka statistik. Pasalnya, di balik setiap kematian, ada keluarga, ada saudara, teman yang kehilangan orang-orang yang dicintai dan bahkan kehilangan orang-orang yang diandalkan untuk menopang kehidupan keluarga.

“Setiap kematian adalah duka. Dan setiap kematian juga sesungguhnya adalah takdir Allah yang tidak bisa dimajukan, tidak bisa diundurkan. Itu sesuatu yang kita yakini,” ungkap Anies.

"Data menunjukkan bahwa yang sudah vaksin risiko kematiannya menurun dan risiko gejala beratnya menurun. Oleh karena itulah, kita harus ikhtiar untuk mengurangi risiko, meninggikan potensi keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan kita. Dengan cara melakukan vaksinasi," pungkas Anies menambahkan. (YUS)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN