Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dr Reisa Broto Asmoro di BNPB,  . Sumber: BSTV

dr Reisa Broto Asmoro di BNPB, . Sumber: BSTV

Biaya Mengobati Pasien Covid-19 Rata-Rata Rp184 Juta/Pasien

Kamis, 19 November 2020 | 18:03 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Survei di 9 provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid-19, menemukan biaya pengobatan tertinggi mencapai Rp446 juta. Adapun rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati seorang pasien Covid-19 adalah Rp184 juta dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.

Namun, persentase kasus meninggal akibat Covid-19 (fatality rate) di Indonesia minggu ini turun menjadi 3,26% dari minggu sebelumnya 3,34%. Hal itu menunjukkan tenaga kesehatan (nakes) telah berjuang maksimal dalam merawat pasien positif Covid-19, terutama pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta. Komitmen tinggi nakes sebenarnya harus juga didukung oleh masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19, melalui disiplin menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan, menjaga jarak aman).

"Dampak mencegah penularan Covid-19 melalui 3M ini sangat luar biasa, selain membantu nakes, juga mengurangi beban daya tampung ruang perawatan di rumah sakit darurat Covid-19," terang Juru Bicara Satgas Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro dalam acara Dialog Juru Bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang ditulis Kamis (19/11).

Dia melanjutkan, mencegah terpapar Covid-19 dengan disiplin menegakkan 3M sangatlah murah dibandingkan bila harus mengobati.

"Ada cara yang lebih murah mencegah terkena penyakit dengan vaksin dan sambil menunggu vaksin (Covid-19) yang aman dan efektif, kita jaga kondisi tubuh kita, agar tetap sehat, disiplin menerapkan 3M yang dipraktikkan sebagai satu kesatuan sangat membantu meringankan beban kita dalam kondisi serba sulit di masa pandemi Covid-19," ujar Reisa Broto Asmoro.

Petugas kesehatan menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid -19 di salah satu ruangan di kompleks Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao
Petugas kesehatan menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid -19 di salah satu ruangan di kompleks Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Sementara itu,  Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr dr Hasbullah Thabrany menjelaskan, survei di 9 provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid-19, menemukan biaya pengobatan tertinggi mencapai Rp446 juta.

Adapun rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati seorang pasien Covid-19 adalah Rp184 juta dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.

"Penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah.  Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat," kata Prof Hasbullah.

Pada dialog itu, Prof Hasbullah juga menekankan, Covid-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien Covid-19 masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya. Pengeluaran negara mencapai Rp800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus Covid -19 pun juga menurun.

“Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp5.000. Tapi begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita 1 hari Rp100 ribu, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah. Lebih baik kita mengeluarkan Rp5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan satu setengah juta. Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja," terang Prof. Hasbullah. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN