Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menginisiasi Bakti Nusantara Nabire Project guna mendukung anak-anak dari pedalaman Papua agar dapat terus mengenyam pendidikan dengan bersekolah. Dukungan itu berupa menyalurkan donasi senilai total Rp 631 juta, terdiri dari Rp 250 juta untuk pembangunan asrama, dan 25 ribu euro atau setara Rp 381 juta untuk biaya kebutuhan pokok selama lima tahun.

Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menginisiasi Bakti Nusantara Nabire Project guna mendukung anak-anak dari pedalaman Papua agar dapat terus mengenyam pendidikan dengan bersekolah. Dukungan itu berupa menyalurkan donasi senilai total Rp 631 juta, terdiri dari Rp 250 juta untuk pembangunan asrama, dan 25 ribu euro atau setara Rp 381 juta untuk biaya kebutuhan pokok selama lima tahun.

Bosch Salurkan Donasi Pendidikan Anak Papua Rp 631 Juta

Selasa, 14 Januari 2020 | 13:44 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menginisiasi “Bakti Nusantara Nabire Project” guna mendukung anak-anak dari pedalaman Papua agar dapat terus mengenyam pendidikan dengan bersekolah. Dukungan itu berupa menyalurkan donasi senilai total Rp 631 juta, terdiri dari Rp 250 juta untuk pembangunan asrama, dan 25 ribu euro atau setara Rp 381 juta untuk biaya kebutuhan pokok selama lima tahun.

Jauhnya jarak antardesa permukiman, juga dengan sekolah-sekolah terdekat, masih umum dijumpai di Papua. Kondisi ini turut mempengaruhi ketidakmerataan pendidikan yang berdampak pada rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah tersebut.

Secara nasional, Indonesia mengalami kenaikan IPM pada 2018, yakni 71,39 (meningkat 0,58 dibandingkan tahun sebelumnya). Tak terkecuali Provinsi Papua yang bergeser dari kategori IPM rendah menjadi sedang. Meski demikian, IPM Papua (60,06) masihlah yang terendah bila dibandingkan provinsi-provinsi lain.

Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menginisiasi Bakti Nusantara Nabire Project guna mendukung anak-anak dari pedalaman Papua agar dapat terus mengenyam pendidikan dengan bersekolah. Dukungan itu berupa menyalurkan donasi senilai total Rp 631 juta, terdiri dari Rp 250 juta untuk pembangunan asrama, dan 25 ribu euro atau setara Rp 381 juta untuk biaya kebutuhan pokok selama lima tahun.
Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menginisiasi Bakti Nusantara Nabire Project guna mendukung anak-anak dari pedalaman Papua agar dapat terus mengenyam pendidikan dengan bersekolah. Dukungan itu berupa menyalurkan donasi senilai total Rp 631 juta, terdiri dari Rp 250 juta untuk pembangunan asrama, dan 25 ribu euro atau setara Rp 381 juta untuk biaya kebutuhan pokok selama lima tahun.

Andrew Powell, Managing Director, Bosch di Indonesia mengatakan keterbatasan sarana prasarana pendidikan dan akses untuk mencapainya turut berimbas pada rendahnya IPM provinsi tersebut. Hal ini menjadi alasan kuat bagi Bosch dan Yayasan Tunas Bakti Nusantara untuk memprioritaskan Papua sebagai fokus kepedulian.

Hal itu selaras dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan pihaknya meyakini ketersediaan rumah tinggal yang layak dan memadai akan membantu anak-anak mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

"Karenanya, kami merasa terhormat dapat berkontribusi mewujudkan kediaman bagi anak-anak pedalaman di Papua - yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menghadirkan kemudahan akses terhadap sarana prasarana pendidikan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/1).

Powell menambahkan pihaknya telah menggelontorkan donasi senilai Rp 250 juta untuk tahap pertama pembangunan asrama dari keseluruhan tiga tahapan bagi anak-anak pedalaman Papua yang mengalami kesulitan akses menuju sekolah.

Perusahaan juga menyalurkan 25 ribu euro secara bertahap selama lima tahun yang dimulai 2019 untuk subsidi kebutuhan pokok bagi penghidupan sekitar 35 anak. Tak berhenti di situ, pihaknya akan menyiapkan program pemberdayaan berupa pelatihan serta pemberian alat pertukangan untuk produksi kerajinan tangan khas Papua, menyasar anak-anak yang menjelang lulus sekolah.

"Dengan demikian, mereka akan mampu berpenghasilan dan lebih mandiri," papar Powell.

Sementara itu, Teguh Dwi Nugroho, Ketua Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menjelaskan selama ini para siswa SDN Muko Tanah Merah, Distrik Yaro, Nabire, harus menempuh jarak yang jauh untuk bersekolah, bahkan ada yang membutuhkan waktu berjalan selama 3-5 jam dari tempat tinggal mereka dengan melewati hutan dan penggunungan.

Jauhnya jarak itu membuat salah satu guru sekolah tersebut merelakan dapurnya sebagai asrama agar anak-anak suku Dani tersebut tidak perlu lagi berjalan jauh dan bisa belajar dengan fokus serta nyaman. Namun, kondisinya sangat memprihatinkan dan kaasitasnya terbanding dibanding jumlah siswa yang tinggal di sana.

"Untuk itu, kami membangunkan asrama untuk para siswa yang berusia antara 6-12 tahun untuk bisa mengenyam pendidikan dengan nyaman berkapasitas 18 putra dan 15 putri," tutup Teguh.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN