Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media gathering Siloam Hospitals Kebun Jeruk dengan tema Deep Brain Stimulation Solusi Terkini Bagi Penderita Parkinson di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (28/6). Dengan menghadirkan pembicara dr. Frandy Susatla, Sp.S, dokter spesialis saraf dari Parkinsons & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk, keluarga pasien, dan Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf dari Parkinsons & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk. Foto: Investor Daily/IST

Media gathering Siloam Hospitals Kebun Jeruk dengan tema Deep Brain Stimulation Solusi Terkini Bagi Penderita Parkinson di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (28/6). Dengan menghadirkan pembicara dr. Frandy Susatla, Sp.S, dokter spesialis saraf dari Parkinsons & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk, keluarga pasien, dan Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf dari Parkinsons & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk. Foto: Investor Daily/IST

Deep Brain Stimulation, Solusi Terkini untuk Penderita Parkinson’s

Indah Handayani, Minggu, 30 Juni 2019 | 18:42 WIB

Deep Brain Stimulation, Solusi Terkini untuk Penderita Parkinson’sJAKARTA, investor.id - Ketika obat-obatan sudah tidak efektif, tindakan operasi stimulasi otak dalam atau Deep Brain Stimulation (DBS) pada penderita parkinson’s menjadi solusi.

Parkinson’s merupakan penyakit degenerative saraf dengan gejala yang paling sering dijumpai seperti tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kesulitan memulai pergerakan, dan kekakuan otot.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang ras, jenis kelamin, status sosial, maupun lokasi geografis.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit parkinson’s menyerang sekitar 1 dari 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

dr. Frandy Susatla, Sp.S, dokter spesialis saraf dari Parkinson’s & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk mengatakan tremor merupakan gerakan gemetar yang terjadi berulang kali dan tidak terkontrol pada satu atau lebih anggota tubuh. Jenis tremor sangat beragam, salah satunya adalah essential tremor (ET) yang terjadi ketika anggota tubuh sedang bergerak (misalnya saat makan, minum, atau menulis) dan berkurang jika tubuh beristirahat.

“ET adalah kebalikan dari tremor pada parkinson’s yang terjadi ketika anggota tubuh sedang beristirahat dan berkurang saat tubuh sedang bergerak,” jelas dr Frandy di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (28/6).

Pengobatan tremor ditujukan untuk meringankan gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Langkah pertama dilakukan dengan pemberian obat oral. Setidaknya butuh dua atau tiga obat yang berbeda sebelum menemukan obat yang bekerja paling baik di tubuh pasien. Jika obat oral gagal, solusi lainnya adalah menyuntikkan botulinum toxin (botox) ke dalam otot.

“Suntikan botox biasanya efektif pada pasien dengan tremor kepala dan suara,” tambah dr. Frandy.

Namun, jika obat-obatan sudah tidak efektif, maka perlu dilakukan tindakan operasi stimulasi otak dalam atau Deep Brain Stimulation (DBS). Operasi DBS merupakan standar baku tindakan operasi yang telah diakui oleh Food Drug Administration Amerika Serikat untuk pengobatan essential tremor (ET), penyakit parkinson’s dystonia (PD), dan obsessive compulsive disorder (sindrom Tourette).

”Setelah pemberian obat jangka panjang, maka obat dapat menjadi kurang efektif dan mempunyai efek samping. Operasi DBS memungkinkan sel dopamin dapat dirangsang untuk memproduksi dopamin dan bekerja optimal kembali sehingga gejala penyakit parkinson’s dapat diatasi dan dosis obat berkurang,” terang Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf dari Parkinson’s & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN