Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ibu hamil. Foto ilustrasi: exclusivelymum.com.au

Ibu hamil. Foto ilustrasi: exclusivelymum.com.au

Diet Rendah Garam Kurangi Risiko Hipertensi di Masa Kehamilan

Kamis, 19 November 2020 | 19:24 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan berujung pada kematian.

Faktanya, hipertensi masih berpotensi terjadi pada ibu hamil. Angka kejadian pre-eklamsia atau hipertensi pada kehamilan, sebenarnya lebih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia yang persentasenya mencapai sekitar 7 hingga 10%.

Kepala Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Toto Sudargo SKM MKes, menyatakan, mengontrol asupan kalori dan nutrisi lainnya sangat penting untuk mencegah risiko hipertensi pada kehamilan. Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, serta meningkatkan imunitas ibu dan janin yang dikandungnya.

"Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang memperbanyak sayuran dan ikan, dan strategi diet rendah garam,” ujar dr Toto di sela webinar 'Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Kekebalan Tubuh dalam Kehamilan' yang digelar melalui kerja sama Ajinomoto Indonesia dengan Gizi Kebugaran Indonesia, belum lama ini. 

Dr Toto mengatakan, sebuah penelitian menunjukkan, pola makan yang kaya sayur dan ikan mengurangi kemungkinan terkena hipertensi gestasional sebesar 14% dan pre-eklamsia sebesar 21%. "Kemudian, dengan melakukan diet rendah garam tentunya juga dapat menurunkan risiko hipertensi pada kehamilan,” imbuhnya.

Menurut dr Toto, jika tetap ingin makanan yang dikonsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan bumbu umami seperti monosodium glutamat (MSG) bisa menjadi salah satu solusinya.

“Banyak penelitian di luar negeri menunjukkan, penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam meja biasa,” tandasnya.

Public Relations Manager Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati menambahkan, webinar kali ini diperuntukkan bagi bidan dan mahasiswi kebidanan, sebagai upaya mendukung ibu hamil tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang bumbu umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid-19.

“Kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang bumbu umami yang akan mendukung ibu-ibu di Indonesia untuk tetap sehat, bahkan di situasi pandemi Covid-19. Selain itu, kami berharap bidan dan mahasiswi kebidanan dalam webinar ini dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas,” tutup Katarina.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN