Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi G. Sadikin berbincang dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,

Menkes Budi G. Sadikin berbincang dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,

DPR Apresiasi Menkes  Soal Transparansi Kendala Pasokan Vaksin Covid-19 

Rabu, 7 April 2021 | 07:47 WIB
Fatima Bona

JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,  Charles Honoris mengapresiasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin   atas transparansi soal terkendalanya pasokan vaksin  Covid-19. Transparansi dan keterbukaan informasi dinilai menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

"Dalam kondisi yang tidak bisa dihindari seperti ini, transparansi dan keterbukaan informasi oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait kendala vaksinasi tersebut, patut diapresiasi," kata Charles dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Rabu (6/4/2021).

Dikatakan dia, terkendalanya pasokan vaksin Covid-19 ke ratusan negara termasuk Indonesia sehingga laju vaksinasi di dalam negeri tidak bisa seperti sebelumnya adalah sesuatu yang tak terhindarkan. 

"Hal ini mengingat Indonesia selama ini mengandalkan suplai vaksin dari negara-negara produsen yang kini menerapkan embargo akibat terjadinya gelombang ketiga di negaranya masing-masing," ujarnya. 

Selanjutnya, Charles menyebutkan, dengan adanya informasi seperti ini, masyarakat harus semakin taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Terlebih di tempat-tempat dan fasilitas-fasilitas umum yang sudah, atau sedang direncanakan dibuka kembali, seperti bioskop, sekolah, dan sebagainya. 

" Third wave ( gelombang ketiga, red) yang sedang dialami negara-negara produsen vaksin sekarang ini bisa menjadi pelajaran penting buat kita agar selalu taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahwa gelombang baru penyebaran Covid-19 bahkan bisa terjadi di negara-negara penghasil vaksin dengan laju vaksinasi yang cepat sekalipun," ucap dia. 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan  ini juga menyebutkan, proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang sudah berjalan selama ini baru menjangkau kurang dari 5% dari total sasaran vaksinasi nasional sebanyak 181,5  juta orang. 

"Perjalanan Indonesia menuju herd immunity  masih panjang, sehingga kita sebagai warga bangsa harus terus bekerjasama dan bergotong royong, agar kita bisa sama-sama selamat dalam perjalanan panjang ini,"  ucap dia. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN