Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu bangunan korban gempa Lombok, NTB. Foto ilustrasi: IST

Salah satu bangunan korban gempa Lombok, NTB. Foto ilustrasi: IST

GEMPA LOMBOK,

Dukung PMI Jangkau Korban, Samsung Serahkan Ambulans

Indah Handayani, Selasa, 6 Agustus 2019 | 00:31 WIB

JAKARTA, investor.id  – Samsung Electronics Indonesia melalui program Samsung Peduli Lombok menyerahkan satu unit ambulans kepada Palang Merah Indonesia (PMI). Ambulans diserahkan oleh Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship, PT Samsung Electronics Indonesia, dan diterima oleh Perwakilan dari PMI yang disaksikan oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkifliemansyah di Kantor PMI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (3/8/2019).

KangHyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia, mengatakan ambulan akan digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban bencana yang masih memerlukan perawatan pascabencana. Sebab, meski bencana gempa bumi yang menimpa provinsi Lombok sudah satu tahun berlalu, hingga saat ini para korban belum dapat kembali beraktivitas secara normal karena perbaikan semua sarana dan fasilitas umum dilakukan secara bertahap, termasuk pelayanan kesehatan.

"Ambulans ini akan digunakan sebagai unit kunjungan sehingga bisa menjangkau masyarakat yang memerlukan perawatan maupun kontrol kesehatan namun terkendala akses ke pusat layanan kesehatan,” jelas dia dalam keterangan pers.

Tim implementasi program dari PMI yang bergerak langsung di lapangan melaporkan bahwa saat ini ambulans sangat dibutuhkan untuk layanan kunjungan rumah atau home based care karena banyak korban bencana belum mampu datang langsung menuju pusat pelayanan kesehatan, sementara mereka masih harus terus melakukan kontrol kesehatan karena luka-luka dan penurunan kondisi kesehatan lainnya.

Pada September 2018 lalu, Samsung Electronics Indonesia melalui program Samsung Peduli Lombok telah membuat konstruksi dan rehabilitasi perpipaan saluran air, persediaan air bersih sebanyak 200.000 liter, penyediaan jamban sehat, layanan kesehatan, dapur umum, serta layanan cuci pakaian gratis. Samsung Electronics Indonesia bersama tim Service Center secara mandiri juga telah membuka Posko Samsung Peduli serta dapur umum di titik pengungsian dusun Lekok dan Dusun Menggala bulan September yang lalu. Kedua posko ini menyediakan layanan cuci gratis bagi para warga, serta dapur umum dipergunakan oleh warga setempat untuk menyediakan 600 bungkus makanan setiap harinya.

Setelah satu minggu beroperasi, Posko Samsung Peduli di titik pengungsian Dusun Lekok dan Menggala telah melayani pencucian baju untuk 771 orang dan mencuci rata-rata 1.770 pakaian setiap harinya, sedangkan Dapur Umum Samsung menghasilkan hingga lebih dari 9.000 bungkus makanan dan team service center memberikan perbaikan gratis untuk 23 unit alat elektronik yang rusak sebagian besar akibat bencana gempa. Pada akhir program setelah berjalan selama satu bulan, dua posko Samsung 

Peduli yang masing-masing berisi 10 mesin cuci, 1 unit kulkas, 3 unit microwave dan 1 unit TV 55 inch diberikan kepada  penduduk di Dusun Lekok dan Dusun Menggala guna dapat melanjutkan program cuci gratis tersebut dan penyediaan hiburan bagi penduduk sekitarnya.

Data PMI per 2 Agustus 2019, seluruh bantuan kepada PMI untuk masyarakat terdampak gempa bumi selama masa rehabilitasi dan pemulihan di NTB telah disalurkan dalam bentuk distribusi 25.554.500 liter air bersih kepada 193.056 penerima manfaat, pembangunan saluran pipa sepanjang 46.907 meter, pembangunan 2 sekolah darurat, 22 tempat ibadah darurat, pemberian pelayanan kesehatan kepada sekitar 13.429 penerima manfaat, edukasi kebersihan kepada 23.762 penerima manfaat, dan dukungan psikososial kepada 20.355 penerima manfaat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN