Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media Talkshow MMC Hospital dengan topik Gaya Hidup versus Penyakit Jantung di Jakarta, Kamis (10/10). Acara ini merupakan dalam rangka memperingati Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, tahun ini RS MMC mengangkat Thema Save Our Heart.

Media Talkshow MMC Hospital dengan topik Gaya Hidup versus Penyakit Jantung di Jakarta, Kamis (10/10). Acara ini merupakan dalam rangka memperingati Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, tahun ini RS MMC mengangkat Thema Save Our Heart.

Efek Perubahan Gaya Hidup terhadap Peningkatan Penderita Jantung

Indah Handayani, Kamis, 10 Oktober 2019 | 17:48 WIB

JAKARTA, investor.id - Di Indonesia, merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2,8 juta individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Mengutip Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

Prof Dr dr Idrus Alwi SpPD KKV FACC FESC, Dokter Spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC), mengatakan meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia, tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat.

Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah, membuat kita kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stress, belum lagi kebiasaan merokok dan minuman alcohol. Gaya hidup seperti ini yang pada akhirnya memunculkan degenerative, salah satunya penyakit jantung.

"Di RS MMC, dari keseluruhan pasien penyakit jantung, sebagian besar adalah pasien yang menderita penyakit jantung dikarenakan gaya hidup, bukan karena genetik," ungkapnya di sela Media Talkshow MMC Hospital dengan topik “Gaya Hidup versus Penyakit Jantung” di Jakarta, Kamis (10/10).

Media Talkshow MMC Hospital dengan topik Gaya Hidup versus Penyakit Jantung di Jakarta, Kamis (10/10). Acara ini merupakan dalam rangka memperingati Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, tahun ini RS MMC mengangkat Thema Save Our Heart.
Media Talkshow MMC Hospital dengan topik Gaya Hidup versus Penyakit Jantung di Jakarta, Kamis (10/10). Acara ini merupakan dalam rangka memperingati Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, tahun ini RS MMC mengangkat Thema Save Our Heart.

Meningkatnya penderita penyakit jantung yang disebabkan karena gaya hidup ini, juga mendapat perhatian dari Dr Sonia Wibisono, seorang Dokter, Sosialita serta pengamat Gaya Hidup masyarakat metropolitan.

Menurut Sonia, tidak dapat dimungkiri, kehidupan masyarakat metropolitan sangat rawan untuk terkena penyakit jantung. Selain kurang berolah raga, factor yang sangat berperan adalah stress serta pola makan. Masyarakat kota metropolitan seperti Jakarta, stress terjebak kemacetan adalah hal yang dihadapi sehari-hari.

Belum lagi, lanjut dia, kebiasaan makan yang kurang sehat atau junk food karena masalah kepraktisan. Peningkatan penderita penyakit jantung yang dikarenakan gaya hidup ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan. "Tentu dengan menjaga kualitas hidup, menjaga kesehatan, dan yang paling penting adalah kesadaran terhadap kesehatan, yang harus dimiliki oleh setiap individu," sarannya.

Dr Roswin R Djaafar MARS, Direktur Utama RS MMC mengatakan sejalan dengan Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September , tahun ini RS MMC mengangkat Thema “Save Our Heart”. Pihaknya sebagai pelaku di dunia kesehatan,mengajak masyarakat untuk perduli terhadap kesehatan jantung, baik itu pencegahan maupun perawatan apabila terjadi gangguan pada jantung.

"Ke depan, kami akan secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung koroner ini," tutup Dr Roswin.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA